lahatsatu.com – Kemacetan panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina di berbagai wilayah belakangan ini memicu keresahan publik. Namun, Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas menegaskan bahwa situasi ini bakal segera kembali normal. Ia bahkan memprediksi antrean akan terurai dan lancar kembali dalam kurun waktu satu hingga dua hari ke depan.
Wahyudi menjelaskan bahwa fenomena antrean panjang ini bukan disebabkan oleh kelangkaan pasokan, melainkan murni akibat perilaku "panic buying" atau pembelian panik dari masyarakat. Menurutnya, stok Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional saat ini berada dalam kondisi sangat aman dan lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan.

Senada dengan BPH Migas, Wakil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Taufik Aditiyawarman, turut angkat bicara. Ia memastikan Pertamina telah mengambil serangkaian langkah strategis untuk mengatasi lonjakan antrean. Upaya tersebut meliputi penambahan volume pasokan BBM, peningkatan jumlah armada distribusi, perpanjangan jam operasional SPBU, serta percepatan proses penyaluran dari terminal BBM langsung ke SPBU.
Taufik berharap langkah-langkah ini dapat mempercepat normalisasi kondisi di lapangan. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak perlu khawatir berlebihan mengenai ketersediaan BBM maupun LPG. Stok nasional kedua komoditas vital ini, menurut Taufik, jauh melebihi kebutuhan dan akan terus didistribusikan secara lebih cepat ke seluruh SPBU dan titik penjualan ritel.




