Tarif Tinggi AS Dorong Negara Afrika Lebih Dekat ke China

Jakarta – Kebijakan tarif tinggi yang diterapkan Amerika Serikat (AS) terhadap sejumlah negara di Afrika dinilai dapat menjadi peluang bagi China untuk memperluas pengaruhnya di

Agus sujarwo

Tarif Tinggi AS Dorong Negara Afrika Lebih Dekat ke China

Jakarta – Kebijakan tarif tinggi yang diterapkan Amerika Serikat (AS) terhadap sejumlah negara di Afrika dinilai dapat menjadi peluang bagi China untuk memperluas pengaruhnya di benua tersebut.

Menurut laporan CNN yang dikutip, AS mengenakan tarif yang cukup signifikan, berkisar antara 25% hingga 30%, kepada Libya, Afrika Selatan, Aljazair, dan Tunisia. Sementara itu, 18 negara Afrika lainnya dikenakan tarif resiprokal sebesar 15%. Kebijakan ini, yang diumumkan Gedung Putih pada Kamis (31/7), merupakan respons terhadap defisit perdagangan yang dianggap dialami AS dengan negara-negara tersebut.

Tarif Tinggi AS Dorong Negara Afrika Lebih Dekat ke China
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Namun, langkah ini justru membuka pintu bagi China, yang selama ini aktif menjalin hubungan dengan negara-negara Afrika. China menawarkan pembebasan biaya impor bagi hampir semua mitra Afrika-nya, sebuah tawaran yang sulit ditolak di tengah tekanan tarif AS.

"Tidak ada peluang lain bagi negara-negara Afrika untuk memperkuat perdagangan Selatan-Selatan (antarnegara berkembang) selain sekarang," kata Neo Letswalo, seorang peneliti dari Afrika Selatan, kepada CNN. Letswalo menambahkan bahwa AS secara bertahap kehilangan status kepemimpinan globalnya, sementara China memiliki kesempatan besar untuk menjadi alternatif.

Kegagalan AS dalam menegosiasikan kesepakatan perdagangan dengan negara-negara Afrika sebelum pemberlakuan tarif juga menjadi celah bagi China untuk memperkuat posisinya. Letswalo memperingatkan bahwa tarif AS dapat memperburuk masalah pengangguran di Afrika Selatan jika perusahaan-perusahaan memutuskan untuk hengkang.

Meski demikian, Letswalo juga menyoroti risiko yang mungkin timbul jika negara-negara Afrika terlalu bergantung pada China. Ia khawatir bahwa produk-produk China dapat membanjiri pasar Afrika dan mengalahkan industri-industri lokal yang baru berkembang, mengingat sensitivitas harga di banyak negara Afrika.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar

ads cianews.co.id banner 1