Jakarta – Di tengah hiruk pikuk perkotaan, secercah harapan tumbuh subur di Kampung Sumur, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur. Kelompok Tani (Poktan) Swara Hijau Farm berhasil mengembangkan konsep urban farming terpadu yang tak hanya menghijaukan lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
Pada Senin (2/2/2026), terlihat bagaimana lahan sempit disulap menjadi sumber penghasilan. Poktan Swara Hijau Farm mengelola pertanian hidroponik untuk sayuran dan buah-buahan, beternak ayam, hingga yang terbaru, budidaya ikan nila.

Endang Mintarja, Ketua Poktan Swara Hijau Farm, menjelaskan bahwa budidaya ikan nila menjadi terobosan baru setelah sebelumnya fokus pada pertanian perkotaan dan peternakan. Mereka menggunakan sistem Recirculating Aquaculture System (RAS) yang dikenal efisien dan ramah lingkungan.
"Budidaya ikan nila ini adalah upaya kami untuk memaksimalkan potensi lahan yang ada dan memberikan nilai tambah bagi anggota," ujar Endang.
Poktan Swara Hijau Farm memiliki sekitar 30 anggota aktif, yang sebagian besar berprofesi sebagai pemulung. Melalui kegiatan pertanian dan perikanan ini, mereka didorong untuk memiliki sumber penghasilan tambahan yang berkelanjutan.
Saat ini, Poktan Swara Hijau Farm telah menebar 2.000 benih ikan nila di sembilan kolam fiber sejak Desember 2025. Panen perdana yang ditargetkan pada Februari mendatang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan seluruh anggota kelompok. Inisiatif ini membuktikan bahwa dengan inovasi dan kerja keras, lahan perkotaan pun dapat menjadi sumber rezeki yang menjanjikan.




