Solo, Jawa Tengah – Kota Solo bersiap menjadi pusat pengembangan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia. Indosat Ooredoo, operator telekomunikasi terkemuka, berencana membangun pusat AI di Solo Technopark pada tahun depan. Rencana ambisius ini didukung oleh raksasa teknologi global Nvidia, yang dikabarkan akan berinvestasi hingga US$ 200 juta (sekitar Rp 3 triliun) untuk fasilitas tersebut.
"Insya Allah tahun depan groundbreaking," ujar Steve Saerang, SVP Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo, saat ditemui di kantornya pada Jumat (8/11). Indosat menargetkan pembangunan pusat AI di Solo selesai dalam waktu kurang dari dua tahun, sehingga dapat dioperasikan pada tahun 2027.

Pusat AI ini akan dibangun di Solo Technopark, kawasan sains dan teknologi yang terletak di Jl Ki Hajar Dewantara No 19 Jebres, Surakarta. Selain Nvidia, sejumlah perusahaan global lainnya juga terlibat dalam pengembangan pusat AI ini, seperti Google dan Northstar.
Pembangunan pusat AI di Solo menggunakan skema bangun guna serah (BGS). Hal ini berarti Pemkot Solo akan memiliki hak atas lahan tersebut setelah 15 tahun. Dengan demikian, fasilitas canggih ini kelak dapat menjadi aset milik kota Solo.
Pusat AI di Solo akan dilengkapi dengan empat fasilitas utama, namun Steve belum bersedia membeberkan detailnya, termasuk kapasitas dan anggaran yang dialokasikan.
Kehadiran pusat AI di Solo diharapkan dapat mendorong kemajuan teknologi di Indonesia, khususnya di bidang AI. Selain itu, pusat AI ini juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan daya saing Solo di kancah global.




























