Serangan siber yang terjadi Kamis (26/12) pagi waktu Jepang (22.25 WIB, 25/12) melumpuhkan sebagian sistem jaringan Japan Airlines (JAL). Akibatnya, 14 penerbangan domestik mengalami keterlambatan hingga satu jam, sementara sejumlah penerbangan internasional juga terdampak.
Insiden yang tengah diselidiki oleh Departemen Kepolisian Metropolitan Jepang ini bermula pukul 07.25 waktu setempat. Sebagai langkah antisipasi, JAL langsung menghentikan penjualan tiket untuk penerbangan domestik dan internasional pada hari tersebut. Kendati demikian, tiket yang telah dibeli sebelumnya tetap berlaku.

Pihak JAL mengkonfirmasi telah menonaktifkan router yang menjadi target serangan siber dan tengah bekerja keras mengidentifikasi sumber serangan. Meskipun demikian, mereka memastikan keselamatan penerbangan tidak terpengaruh. Namun, sejumlah operasional seperti proses check-in bagasi dan boarding mengalami gangguan.
Perusahaan penerbangan tersebut belum merilis detail lebih lanjut mengenai jenis serangan siber yang mereka hadapi. Investigasi kepolisian masih berlangsung untuk mengungkap pelaku dan motif di balik serangan ini. Lahatsatu akan terus memantau perkembangan informasi lebih lanjut terkait insiden ini.




