Serangan AS Ungkap Misteri 400 Kg Uranium Iran

Jakarta, Lahatsatu.com – Serangan Amerika Serikat (AS) terhadap fasilitas nuklir Iran memicu kekhawatiran global. Badan pengawas atom PBB mendesak akses segera ke lokasi untuk menilai

Agus sujarwo

Serangan AS Ungkap Misteri 400 Kg Uranium Iran

Jakarta, Lahatsatu.com – Serangan Amerika Serikat (AS) terhadap fasilitas nuklir Iran memicu kekhawatiran global. Badan pengawas atom PBB mendesak akses segera ke lokasi untuk menilai kerusakan signifikan akibat serangan tersebut.

Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, menekankan pentingnya inspeksi cepat untuk memverifikasi cadangan bahan nuklir Iran. Permintaan ini disampaikan dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB, Minggu lalu.

Serangan AS Ungkap Misteri 400 Kg Uranium Iran
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Fokus utama adalah keberadaan 400 kilogram uranium yang telah diperkaya hingga 60% oleh Iran. Padahal, kesepakatan nuklir 2015 membatasi pengayaan uranium Iran di bawah 4%.

Menurut laporan New York Times, yang mengutip sumber intelijen Israel, Iran diduga telah memindahkan 400 kilogram uranium tersebut sebelum serangan AS terjadi.

Serangan AS menyasar fasilitas Fordow, lokasi utama pengayaan uranium Iran hingga 60%. Grossi menyebutkan adanya kawah di Fordow yang mengindikasikan penggunaan senjata penghancur bawah tanah. Kerusakan masif pada mesin sentrifugal sensitif di Fordow sangat mungkin terjadi akibat daya ledak tinggi serangan tersebut.

Selain Fordow, fasilitas nuklir di Isfahan, Arak, dan Teheran juga dilaporkan mengalami kerusakan. Meskipun tingkat radiasi di luar fasilitas masih normal, kekhawatiran besar tertuju pada reaktor nuklir aktif Iran di Bushehr. Serangan terhadap Bushehr berpotensi memicu pelepasan radiasi besar-besaran di kawasan tersebut.

Laporan menyebutkan sekitar 430 orang tewas di Iran, sebagian besar warga sipil, setelah serangan udara dan rudal Israel. Sementara itu, Israel melaporkan 25 kematian dan lebih dari 1.300 luka-luka akibat serangan rudal dari Iran.

Para ahli IAEA berulang kali memperingatkan risiko serangan bersenjata terhadap infrastruktur nuklir. Kerusakan pada sistem pengaman dapat menyebabkan pelepasan zat radioaktif atau bahan beracun dalam jumlah berbahaya.

Serangan terhadap fasilitas nuklir dapat menimbulkan konsekuensi serius, termasuk paparan bahan kimia dan kontaminasi radioaktif. Pada fasilitas pengayaan, bahaya utama berasal dari uranium heksafluorida (UF6) yang dapat berubah menjadi gas hidrogen fluorida beracun jika terkena kelembaban. Reaktor dan kolam bahan bakar bekas menyimpan produk fisi dalam jumlah besar yang berpotensi menyebar luas jika terjadi kebocoran dan kegagalan sistem pendingin.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar

ads cianews.co.id banner 1