Saudi Siap Serang Houthi di Laut Merah

lahatsatu.com – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memuncak setelah muncul laporan mengenai rencana besar Arab Saudi untuk melancarkan serangan balasan terhadap kelompok militan Houthi

Agus sujarwo

Saudi Siap Serang Houthi di Laut Merah

lahatsatu.com – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memuncak setelah muncul laporan mengenai rencana besar Arab Saudi untuk melancarkan serangan balasan terhadap kelompok militan Houthi di Yaman. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya darurat guna mengamankan jalur pelayaran vital di Laut Merah yang kini menjadi sasaran empuk serangan kelompok tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber pejabat regional dan pihak Barat, Arab Saudi tengah mempertimbangkan beberapa opsi serangan untuk memulihkan keamanan di wilayah tersebut. Salah satu skenario yang sedang digodok adalah serangan pesisir yang terfokus untuk merebut kembali kendali atas jalur pelayaran, atau melakukan serangan serentak di berbagai titik strategis lainnya.

Saudi Siap Serang Houthi di Laut Merah
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Operasi militer ini diperkirakan akan dilaksanakan dalam beberapa pekan ke depan. Rencana tersebut melibatkan mobilisasi besar-besaran pasukan dari Yaman yang akan bergerak di lapangan di bawah pengawasan ketat dari pihak Arab Saudi, dengan dukungan penuh berupa serangan udara dari kerajaan tersebut.

"Tujuannya adalah untuk mengamankan jalur pelayaran di Laut Merah dari gangguan militan," ungkap salah satu narasumber yang mengetahui persiapan tersebut.

Meskipun Amerika Serikat dilaporkan telah memberikan dukungan berupa intelijen untuk mendukung operasi Riyadh, sekutu-sekutu Saudi lainnya, termasuk negara-negara Eropa, diperkirakan hanya akan memberikan bantuan militer yang bersifat defensif. Artinya, negara-negara Barat kemungkinan besar tidak akan terlibat langsung dalam operasi tempur di daratan Yaman.

Konflik ini berakar dari perang saudara di Yaman yang telah berkecamuk sejak tahun 2015. Arab Saudi memimpin koalisi Arab untuk mendukung pemerintah sah yang sempat terusir dari ibu kota Sanaa oleh kelompok Houthi. Meski sempat ada gencatan senjata pada tahun 2022, situasi kembali memanas tahun ini akibat serangan rudal dan drone Houthi terhadap infrastruktur minyak milik Saudi.

Kondisi ini membuat Selat Bab el-Mandeb, yang merupakan salah satu rute ekspor minyak paling krusial di dunia setelah Selat Hormuz, menjadi zona merah yang sangat berbahaya. Saudi menyimpulkan bahwa negosiasi perdamaian dengan Houthi tidak akan mungkin tercapai selama kelompok militan tersebut masih menguasai wilayah strategis Bab el-Mandeb.

Rencana serangan ini bertujuan untuk memukul mundur kemajuan pesat Houthi yang berhasil menguasai garis pantai bulan lalu. Jika operasi ini dijalankan dalam skala besar, diperkirakan lebih dari 100.000 pasukan Yaman akan dimobilisasi untuk menyerang berbagai titik, mulai dari wilayah Al-Bayda, Marib, Taiz, hingga Al-Jawf. Hingga saat ini, pihak pemerintah Arab Saudi, militer AS, maupun kelompok Houthi belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana serangan tersebut.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar