Rusia Pasok Solar ke AS Demi Tekan Harga

lahatsatu.com – Langkah mengejutkan diambil oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam upaya meredam gejolak ekonomi domestik. Dalam sebuah pengumuman terbaru, Trump menyatakan bahwa Rusia

Agus sujarwo

Rusia Pasok Solar ke AS Demi Tekan Harga

lahatsatu.com – Langkah mengejutkan diambil oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam upaya meredam gejolak ekonomi domestik. Dalam sebuah pengumuman terbaru, Trump menyatakan bahwa Rusia telah sepakat untuk memasok bahan bakar solar ke pasar global, termasuk ke Amerika Serikat. Langkah ini diambil sebagai strategi untuk menekan harga bahan bakar minyak (BBM) yang tengah melonjak tajam dan membebani masyarakat.

Kebijakan ini dibarengi dengan keputusan pemerintah AS untuk mencabut sementara sanksi terhadap produk bahan bakar asal Rusia. Sebelumnya, sanksi ketat diberlakukan sebagai bentuk tekanan diplomatik dan ekonomi atas keterlibatan Rusia dalam konflik bersenjata dengan Ukraina. Namun, tekanan inflasi dan harga solar yang mendekati rekor tertinggi memaksa pemerintah AS mengambil langkah pragmatis.

Rusia Pasok Solar ke AS Demi Tekan Harga
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Lonjakan harga solar saat ini menjadi ancaman serius bagi stabilitas politik di Amerika Serikat. Bahan bakar ini merupakan komponen vital bagi sektor pertanian, sistem pemanas rumah, hingga logistik transportasi truk. Jika harga tidak segera dikendalikan, hal ini berisiko menjadi senjata politik bagi Partai Republik menjelang pemilihan Kongres yang dijadwalkan pada 3 November mendatang.

Melansir laporan dari Reuters, pengumuman ini sempat memicu penurunan harga solar di pasar. Meski demikian, para analis ekonomi memperingatkan bahwa kesepakatan ini mungkin belum cukup kuat untuk menjamin stabilitas harga dalam jangka panjang. Trump sendiri mengklaim bahwa pembicaraan diplomatiknya dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, berjalan sangat sukses.

Dalam kesepakatan tersebut, Rusia berkomitmen untuk segera mengirimkan lebih dari 300.000 metrik ton solar ke pasar AS dan global, atau setara dengan sekitar 2,25 juta barel bahan bakar. Sebagai gambaran skala pasokan ini, AS sendiri rata-rata mengekspor sekitar 1,5 juta barel solar setiap harinya. Menanggapi hal ini, utusan Putin, Kirill Dmitriev, memberikan apresiasi terhadap kerja sama yang terjalin antara Moskow dan Washington melalui unggahan di media sosial X.

Namun, kebijakan ini tidak lepas dari kontroversi. Langkah pencabutan sanksi ini dianggap dapat memberikan suntikan dana miliaran dolar bagi Rusia, yang dikhawatirkan akan digunakan oleh Putin untuk memperpanjang durasi perang di Ukraina. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, mengecam keras keputusan ini. Ia menyebut langkah AS sebagai bentuk kelemahan dari negara-negara sekutu.

Zelenskiy menegaskan bahwa memberikan keuntungan ekonomi kepada Rusia tidak akan mendatangkan perdamaian, melainkan justru akan memicu aksi teror lebih lanjut dari pihak Moskow. Di sisi lain, Departemen Keuangan AS telah mengeluarkan izin resmi yang memungkinkan impor solar Rusia berlangsung hingga 7 April mendatang. Trump menambahkan bahwa pasokan akan terus ditingkatkan secara bertahap, dengan target tambahan jutaan ton solar dalam beberapa bulan ke depan, tergantung pada kondisi kilang Rusia yang sempat terdampak serangan udara.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar