Investasi Raksasa di Kendal Rp 710 Miliar

lahatsatu.com – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal di Jawa Tengah kembali mencatatkan prestasi gemilang dalam menarik minat investor global. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto,

Agus sujarwo

Investasi Raksasa di Kendal Rp 710 Miliar

lahatsatu.com – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal di Jawa Tengah kembali mencatatkan prestasi gemilang dalam menarik minat investor global. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, secara resmi meresmikan operasionalisasi pabrik milik PT HSG Material Indonesia. Langkah strategis ini menandai babak baru bagi industri manufaktur di Jawa Tengah dengan nilai investasi yang mencapai angka fantastis, yakni Rp 710 miliar.

Kehadiran pabrik material konstruksi ini tidak hanya sekadar menambah deretan perusahaan di kawasan industri, tetapi juga membawa dampak sosial yang signifikan. Melalui investasi besar ini, PT HSG Material Indonesia berkomitmen untuk menyerap sedikitnya 400 tenaga kerja lokal. Hal ini diharapkan dapat menjadi mesin penggerak ekonomi baru bagi masyarakat di sekitar wilayah Kendal dan sekitarnya.

Investasi Raksasa di Kendal Rp 710 Miliar
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa pengembangan KEK Kendal merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat ekosistem industri nasional. Dengan masuknya investasi baru, kapasitas produksi dalam negeri akan meningkat, yang pada akhirnya akan menciptakan lapangan kerja baru serta memperluas jangkauan pasar produk manufaktur Indonesia.

"Pengembangan KEK Kendal dan masuknya investasi baru diharapkan terus memperkuat ekosistem industri Jawa Tengah melalui peningkatan kapasitas produksi, penciptaan lapangan kerja, diversifikasi kegiatan manufaktur, dan perluasan pasar," ujar Airlangga dalam keterangan resminya.

Fasilitas produksi yang dibangun oleh PT HSG Material Indonesia, yang merupakan bagian dari Fujian Hongsheng Material Technology, akan memproduksi berbagai komponen vital konstruksi. Produk unggulannya meliputi tiang pancang pipa prefabrikasi, tiang pancang persegi prefabrikasi, serta beton pracetak. Perusahaan menargetkan kapasitas penjualan tahunan yang sangat besar, yakni mencapai 3 juta meter tiang pancang beton prefabrikasi dan 150 ribu meter persegi beton siap pakai.

Besarnya kapasitas produksi ini diproyeksikan akan mendukung penuh kebutuhan pembangunan infrastruktur nasional, pengembangan kawasan industri, serta berbagai proyek konstruksi skala besar di Indonesia. Selain memenuhi kebutuhan domestik, produk ini juga dipersiapkan untuk merambah pasar regional, khususnya di Asia Tenggara. Sebagai gambaran, pasar material konstruksi di kawasan Asia Tenggara pada tahun 2025 diperkirakan akan menyentuh angka US$ 682 juta.

Investasi ini juga menjadi simbol semakin eratnya hubungan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan China melalui inisiatif Two Countries, Twin Parks (TCTP). Program ini bertujuan untuk mendorong realisasi proyek investasi, transfer teknologi, serta integrasi rantai pasok antara kedua negara.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menegaskan bahwa pemerintah akan terus berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif. Tujuannya agar setiap komitmen investasi dapat segera bertransformasi menjadi kegiatan usaha produktif yang memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat luas.

Sejak resmi ditetapkan sebagai KEK melalui Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 2019, KEK Kendal terus bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan industri yang menjanjikan berkat dukungan infrastruktur yang mumpuni dan kemudahan investasi yang ditawarkan pemerintah.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar