Jakarta – Nilai tukar rupiah kembali tertekan oleh laju dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini. Mata uang Garuda harus mengakui keunggulan "Negeri Paman Sam" dengan bertengger di level Rp 16.973.
Berdasarkan data Bloomberg pada Senin (16/3/2026), dolar AS mengalami kenaikan sebesar 15 poin atau setara dengan 0,09%. Kondisi ini semakin mendekatkan dolar AS ke ambang batas psikologis Rp 17.000.

Di sisi lain, pergerakan dolar AS terhadap mata uang global lainnya menunjukkan tren yang bervariasi. Dolar AS tercatat melemah terhadap sejumlah mata uang utama seperti yen Jepang, dolar Australia, dolar Singapura, yuan China, pound sterling, dan euro.
Secara detail, dolar AS mengalami pelemahan sebesar 0,011% terhadap yen Jepang, 0,12% terhadap dolar Singapura, dan 0,43% terhadap dolar Australia. Pelemahan juga terjadi terhadap yuan China sebesar 0,07%, pound sterling sebesar 0,19%, dan euro sebesar 0,26%.




























