lahatsatu.com – Pasar keuangan Tanah Air kembali diwarnai gejolak pagi ini. Nilai tukar mata uang Paman Sam, Dolar Amerika Serikat (AS), terpantau menguat signifikan terhadap Rupiah, memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar.
Berdasarkan data terbaru dari Bloomberg, Jumat (25/9/2026), Dolar AS kini bertengger di level Rp 17.930. Penguatan ini tercatat sebesar 0,08 persen, menandakan tekanan yang kembali dirasakan Rupiah setelah sempat bergerak stabil.

Kendati demikian, pergerakan Dolar AS di kancah global menunjukkan pola yang bervariasi. Terhadap beberapa mata uang utama seperti Dolar Kanada (CAD), Franc Swiss (CHF), dan Dolar Hong Kong (HKD), Dolar AS cenderung stagnan, tidak menunjukkan perubahan berarti.
Namun, ada pengecualian. Dolar AS justru melemah terhadap Yen Jepang (JPY) sebesar 0,44 persen. Situasi serupa juga terjadi pada Won Korea (KRW), di mana Dolar AS tercatat melemah cukup tajam hingga 9,05 persen, menunjukkan dinamika pasar yang kompleks di kawasan Asia.




