lahatsatu.com – Langkah berani diambil oleh Danantara Indonesia dalam memperluas jangkauan investasi globalnya. Melalui anak perusahaan holding, PT Danantara Investment Management (DIM), Indonesia resmi menyuntikkan modal jumbo sebesar US$ 250 juta atau setara dengan Rp 4,45 triliun ke perusahaan energi asal Amerika Serikat, HighPeak Energy, Inc. Investasi strategis ini menargetkan penguasaan aset di sektor minyak dan gas bumi yang berlokasi di wilayah paling produktif di Negeri Paman Sam.
HighPeak Energy, yang terdaftar di bursa NASDAQ dengan kode HPK, merupakan pemain kunci yang berbasis di Texas. Perusahaan ini memiliki spesialisasi dalam akuisisi, pengembangan, hingga eksplorasi minyak dan gas di kawasan Permian Basin. Transaksi besar ini dilakukan melalui mekanisme penerbitan saham preferen konvertibel (Convertible Preferred Stocks) yang akan dilaksanakan dalam beberapa tahapan strategis.

Chief Executive Officer DIM, Pandu Sjahrir, menjelaskan bahwa keputusan ini bukan sekadar mengejar keuntungan finansial semata. Menurutnya, investasi ini merupakan langkah taktis untuk mendapatkan akses langsung ke portofolio aset minyak di Permian Basin, yang dikenal sebagai jantung produksi energi Amerika Serikat.
"Posisi HighPeak yang sangat strategis di salah satu pasar hulu migas paling maju di dunia memberikan peluang investasi yang sangat potensial. Hal ini sejalan dengan visi kami untuk membangun platform investasi yang terdiversifikasi secara global," ungkap Pandu dalam keterangan resminya.
Dana segar yang diterima HighPeak nantinya akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan serta memberikan fleksibilitas keuangan bagi perusahaan. Tujuannya adalah untuk mendukung pertumbuhan portofolio aset berkualitas tinggi secara berkelanjutan. Namun, yang menarik bagi kepentingan nasional adalah adanya klausul mengenai transfer teknologi dan keahlian.
Pandu menambahkan bahwa kerja sama ini diharapkan mampu memfasilitasi pertukaran keterampilan teknis yang nantinya dapat diterapkan untuk memajukan sektor energi di dalam negeri. Langkah ini juga menjadi simbol penguatan hubungan ekonomi dan energi antara Indonesia dan Amerika Serikat yang telah terjalin lama.
Permian Basin sendiri merupakan wilayah yang sangat krusial. Berdasarkan data dari Badan Informasi Energi Amerika Serikat (U.S. Energy Information Administration), wilayah ini menyumbang sekitar 48 persen dari total produksi minyak mentah Amerika Serikat pada tahun 2025. Keberhasilan produksi di sana didorong oleh teknologi canggih seperti pengeboran horizontal dan teknik fracking (rekahan hidrolik).
Teknologi ini sangat relevan bagi Indonesia. Jika diterapkan pada lapangan migas darat di Indonesia yang sudah mulai menua, teknik tersebut berpotensi meningkatkan produktivitas sumur secara signifikan. Sebagai bagian dari kesepakatan, HighPeak berkomitmen untuk menjalankan program pelatihan serta penugasan kerja (secondment) bagi tenaga kerja ahli asal Indonesia.
Dari sisi perlindungan investasi, DIM telah mengatur skema yang aman. Mereka akan mendapatkan perlindungan terhadap penurunan nilai investasi, namun tetap memiliki peluang besar untuk menikmati keuntungan dari kenaikan nilai ekuitas di masa depan melalui konversi saham. Selain itu, DIM juga akan menempatkan satu perwakilan di jajaran direksi HighPeak untuk memastikan kepentingan investasi Indonesia tetap terjaga.




