Jakarta – CEO Accenture, Julie Sweet, meyakini kecerdasan buatan (AI) akan menjadi revolusi teknologi yang mengubah wajah setiap industri. Pernyataan ini disampaikannya dalam Media Briefing Indonesia AI Day di Jakarta, Kamis (14/11).
"Dalam 30 tahun terakhir, ini adalah kali pertama saya berdiri di depan CEO seluruh industri dan mengatakan AI bakal mengubah setiap bagian dari industri. Tidak ada teknologi lain yang pernah saya ucapkan seperti ini," tegas Julie.

Ia mencontohkan sektor perbankan yang memiliki potensi besar untuk memanfaatkan AI. Teknologi ini bisa membantu perbankan dalam mengembangkan produk yang lebih baik dan mencegah penipuan. Bank Jago menjadi mitra pertama Accenture dalam mengembangkan penggunaan AI di Indonesia.
"Jadi, perbankan menjadi pilihan pertama kami karena ada banyak sekali peluang pengembangan. Tapi sebenarnya seluruh bagian industri bisa menggunakan teknologi ini," tambah Julie.
Selain bermitra dengan Bank Jago, Accenture juga bekerja sama dengan Nvidia dan Indosat untuk mengembangkan GPU Merdeka atau Merdeka Cloud. Ini merupakan produk Sovereign AI Cloud yang mengimplementasikan fitur Nvidia accelerated computing.
Julie mengungkapkan tiga alasan mengapa Indonesia dipilih sebagai mitra kerja terkait AI. Pertama, Indonesia memiliki bentang geografi yang luas. Kedua, pemahaman digital di Indonesia sudah cukup tinggi. Ketiga, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 8% pada 2028 mendatang.
"Ini adalah tempat alami untuk menjadi pilihan pertama untuk berkolaborasi," ujar Julie.
GPU Merdeka akan menghadirkan infrastruktur dan platform AI cloud bagi pelaku bisnis nasional. Platform ini juga akan memberikan akses ke GPU tercepat dari Nvidia dengan data center high-density.
Keunggulan lainnya adalah akses pada kemampuan dalam bidang AI generatif, mesin pembelajaran atau machine learning, rendering, dan aplikasi computer aided design alias CAD dengan spesifikasi kuat serta efisiensi biaya dan pemanfaatan energi yang optimal.




























