Rencana Besar Merger KAI dan INKA

lahatsatu.com – Rencana besar pemerintah untuk melakukan konsolidasi di sektor transportasi kereta api terus bergulir. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dikabarkan akan segera

Agus sujarwo

Rencana Besar Merger KAI dan INKA

lahatsatu.com – Rencana besar pemerintah untuk melakukan konsolidasi di sektor transportasi kereta api terus bergulir. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dikabarkan akan segera melakukan penggabungan usaha atau merger dengan PT Industri Kereta Api (INKA). Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari transformasi besar-besaran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) guna memperkuat industri manufaktur dalam negeri.

Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, memberikan konfirmasi bahwa proses penggabungan kedua raksasa perkeretaapian ini tengah berjalan. Meski demikian, ia belum bisa memastikan tanggal pasti kapan proses integrasi tersebut akan selesai sepenuhnya. Namun, Dony memberikan sinyal positif bahwa proses ini kemungkinan besar akan rampung lebih cepat dari target yang telah ditetapkan sebelumnya.

Rencana Besar Merger KAI dan INKA
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Harusnya sudah, sebelum Januari malah harusnya. Tapi saya cek, makanya saya cek. Ini proses konsolidasi per sektor kita kan. INKA di bawah KAI," ujar Dony saat ditemui di Jakarta Pusat.

Dalam skema penggabungan ini, KAI diproyeksikan akan bertindak sebagai perusahaan induk (holding), sementara INKA akan menempati posisi sebagai anak usaha atau sub-holding. Transformasi ini bukan tanpa alasan. Pemerintah tengah mendorong pengembangan transportasi publik berbasis rel secara masif, sehingga kapasitas produksi INKA perlu ditingkatkan agar mampu memenuhi kebutuhan nasional.

"Ini bagian dari transformasi BUMN. Kita ingin BUMN di sektor industri tumbuh dan berkembang karena sektor ini mampu membuka lapangan pekerjaan yang luas. Salah satunya adalah INKA. Karena transportasi publik kita arahkan ke kereta api, maka kapasitas INKA harus terus didorong," tambah Dony.

Namun, di balik ambisi besar tersebut, INKA saat ini tengah menghadapi tantangan finansial yang cukup pelik. Produsen kereta api milik negara ini dilaporkan sedang mengalami masalah keuangan yang serius. Berdasarkan data yang dihimpun, INKA tercatat mengalami kerugian sebesar Rp 677 miliar dan memiliki beban utang yang sangat besar, yakni mencapai Rp 4,7 triliun.

Kondisi keuangan ini membuat ekuitas perusahaan berada dalam posisi negatif. Oleh karena itu, pemerintah telah menyiapkan langkah pembenahan total untuk menyelamatkan perusahaan. Salah satu langkah yang akan diambil adalah melalui skema penambahan modal agar kondisi finansial INKA kembali sehat dan mampu beroperasi secara optimal.

"Equity-nya negatif, ada utang sebesar Rp 4,7 triliun. Jadi teman-teman bisa bayangkan, semua itu harus dirapikan. Karena INKA punya problem keuangan, kita harus benahi supaya ke depannya mereka bisa menjadi tulang punggung industri transportasi publik kita," tegas Dony.

Sebelumnya, proses merger ini telah dimulai dengan adanya kegiatan kick off yang melibatkan jajaran manajemen Danantara Asset Management serta direksi dari kedua perusahaan. Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, juga menegaskan bahwa merger ini merupakan arahan langsung dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dan optimis prosesnya akan tuntas dalam waktu dekat.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar