Strategi Baru Bulog Pasok Beras Premium

lahatsatu.com – Perum Bulog akhirnya mengambil langkah strategis dalam mendukung kesuksesan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah. Alih-alih menggunakan beras fortifikasi yang sempat

Agus sujarwo

Strategi Baru Bulog Pasok Beras Premium

lahatsatu.com – Perum Bulog akhirnya mengambil langkah strategis dalam mendukung kesuksesan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah. Alih-alih menggunakan beras fortifikasi yang sempat menjadi wacana, Bulog memutuskan untuk menyalurkan beras berkualitas tinggi melalui merek "BerasKita Premium" guna memastikan efisiensi distribusi di lapangan.

Keputusan ini diambil untuk menghindari kompleksitas teknis yang mungkin muncul jika menggunakan beras dengan jenis khusus. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa kebijakan ini selaras dengan arahan dari Menteri Pertanian dan Menteri Koordinator Bidang Pangan. Tujuannya jelas, yakni agar proses penyaluran pangan untuk program nasional ini berjalan mulus tanpa menimbulkan kebingungan bagi petugas maupun masyarakat di tingkat akar rumput.

Strategi Baru Bulog Pasok Beras Premium
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Agar tidak terlalu memusingkan, kami tetap menggunakan beras premium. Nanti judul dan kemasannya akan menggunakan merek ‘BerasKita Premium’. Jadi, tidak ada lagi istilah beras fortifikasi untuk program ini," ujar Rizal saat memberikan keterangan di kantor Kementerian Koordinator Pangan, Jakarta Pusat.

Langkah ini dinilai lebih praktis karena beras premium tersebut memiliki fleksibilitas tinggi. Selain digunakan sebagai bahan baku utama dalam dapur program Makan Bergizi Gratis, stok beras ini juga dapat dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan pasar komersial secara luas. Dengan demikian, ketersediaan pangan di masyarakat tetap terjaga melalui jalur distribusi yang sama.

Menariknya, pasokan BerasKita Premium ini tidak menggunakan skema beras subsidi atau Beras PSO (Public Service Obligation). Rizal menekankan bahwa produk ini murni merupakan produk komersial Bulog yang dikelola secara mandiri. Bulog membeli gabah langsung dari hasil panen petani lokal dengan skema non-subsidi, sehingga kualitasnya benar-benar terjaga dari hulu ke hilir.

"Beras premium ini tidak ada subsidi. Bulog membelinya melalui skema komersial, di mana kami membeli gabah langsung dari hasil panen petani," tambahnya.

Dari sisi kualitas, BerasKita Premium tidak kalah bersaing dengan merek beras premium lainnya di pasaran. Produk ini telah memenuhi standar mutu tinggi dengan kadar pecahan (broken) maksimal hanya 15 persen. Selain itu, proses produksinya melalui tahap penyosohan atau pemolesan hingga tiga kali untuk memastikan tampilan beras yang bersih, putih, dan mengkilap (glowing) saat dimasak.

Dengan penghapusan skema fortifikasi khusus ini, Bulog kini dapat memusatkan seluruh sumber dayanya untuk mempercepat distribusi beras premium. Fokus utama perusahaan adalah memastikan ketahanan pangan nasional tetap kokoh, sembari secara aktif mendukung pemenuhan gizi masyarakat melalui Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi prioritas pemerintah.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar