lahatsatu.com – Dunia pertanian Indonesia tengah menghadapi tantangan serius terkait integritas distribusi pangan dan bantuan pemerintah. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu hanya dua minggu, pihaknya telah menerima sebanyak 340 laporan melalui kanal pengaduan khusus yang dinamakan "Lapor Pak Amran". Berbagai persoalan krusial mulai dari praktik kecurangan beras hingga penyalahgunaan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) menjadi sorotan utama dalam laporan-laporan tersebut.
Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta Selatan pada Minggu (8/11/2026), Amran menegaskan komitmennya untuk menindak tegas seluruh oknum yang bermain di sektor ini. Ia memberikan peringatan keras kepada para pelaku penyimpangan agar segera berhenti melakukan praktik ilegal sebelum hukum menjerat mereka. "340 laporan ini pasti kami kejar. Kami tidak akan memberi ruang kompromi. Pelaku akan kami tindak, izin usahanya dicabut, tempat usahanya ditutup, hingga proses pidana," tegas Amran dengan nada bicara yang lugas.

Salah satu isu yang paling mencolok adalah modus pengoplosan beras dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Amran membeberkan bahwa para oknum nakal memiliki berbagai cara licik untuk mengelabui pasar. Modus yang ditemukan meliputi pengangkutan beras ke penggilingan untuk digiling ulang, penggantian karung dengan merek berbeda, hingga tindakan membongkar muatan di lokasi tersembunui guna mengubah identitas produk agar terlihat seperti beras premium.
Selain masalah beras, penyalahgunaan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) juga menjadi perhatian serius. Amran menekankan bahwa seluruh bantuan alsintan yang dikirimkan pemerintah ke daerah-daerah adalah gratis dan tidak boleh diperjualbelikan dengan alasan apa pun. Ia menginstruksikan jajarannya untuk melacak seluruh distribusi alsintan di seluruh pelosok Indonesia guna memastikan bantuan tersebut sampai ke tangan petani yang berhak tanpa ada pungutan atau transaksi ilegal.
Untuk memperkuat pengawasan, Mentan mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan setiap kecurangan yang mereka temui. Ia menjamin keamanan dan kerahasiaan identitas para pelapor agar masyarakat tidak merasa takut untuk bersuara. "Terima kasih atas kontribusi Anda pada negara. Nama dan alamat Anda akan kami lindungi sepenuhnya dan tidak akan kami publikasikan," tambahnya.
Amran juga meminta agar setiap laporan yang masuk disertai dengan bukti yang kuat, seperti foto kejadian dan alamat lengkap, agar proses tindak lanjut dapat dilakukan secara cepat dan akurat. Ia juga mengapresiasi kerja sama erat dengan pihak kepolisian, kejaksaan, serta aparat penegak hukum lainnya dalam memberantas praktik mafia pangan. Melalui koordinasi hingga tingkat Bhabinkamtibmas dan Polsek, pemerintah bertekad untuk membersihkan sektor pertanian dari praktik-praktik yang merugikan rakyat kecil.




