Jakarta – Sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) Indonesia menunjukkan geliat positif dari pengelolaan sumur minyak masyarakat. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) melaporkan adanya peningkatan signifikan dalam produksi dari sumur-sumur minyak yang dikelola oleh komunitas. Hingga saat ini, realisasi produksi dari sumur minyak masyarakat telah mencapai angka 1.500 barel oil per day (BOPD), sebuah capaian yang menandai kemajuan dalam upaya optimalisasi sumber daya migas nasional.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan bahwa tren peningkatan produksi ini diperkirakan akan terus berlanjut. Momentum positif ini didorong oleh semakin banyaknya keterlibatan berbagai entitas lokal, seperti koperasi, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam pengelolaan sumur-sumur tersebut. Dengan bertambahnya partisipasi ini, SKK Migas menargetkan produksi minyak dari sumur masyarakat dapat mencapai angka ambisius 20.000 BOPD dalam jangka panjang.

"Optimalisasi Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) Nomor 14 Tahun 2025 telah membuahkan hasil. Saat ini, sudah ada sembilan koperasi, BUMD, dan UMKM yang terlibat. Produksinya sampai hari ini sudah meningkat sampai 1.500 barel oil per day. Target produksi kami sekitar 20.000 barel oil per day," ujar Djoko Siswanto dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan




