Semarang – Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) kini menjadi solusi inovatif bagi pertanian hidroponik di Semarang. Sistem ini tidak hanya meningkatkan efisiensi produksi, tetapi juga mendukung praktik pertanian yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Dengan mengandalkan energi matahari, petani hidroponik di Semarang dapat mengurangi ketergantungan pada listrik konvensional. Hal ini berdampak signifikan pada penurunan biaya operasional, terutama dalam hal pengadaan energi. Selain itu, penggunaan PLTS juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon, sejalan dengan upaya global untuk mengatasi perubahan iklim.

Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia untuk mengadopsi teknologi serupa. Pertanian hidroponik bertenaga surya tidak hanya menjanjikan keuntungan ekonomi, tetapi juga berperan penting dalam menjaga kelestarian lingkungan.




