Palembang – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, pusat oleh-oleh di kawasan 26 Ilir, Palembang, justru terlihat sepi. Penurunan penjualan pempek dan kerupuk dilaporkan para pedagang di sana. Kondisi ini berbanding terbalik dengan tahun sebelumnya.
Toni, karyawan toko pempek di Sentral Kampung Pempek, Jalan Mujahiddin, mengakui penjualan tahun ini jauh lebih lesu. "Tahun lalu lebih ramai. Entah kenapa, pembeli agak sepi, meskipun masih ada yang membeli," ujarnya Sabtu (29/3/2025). Padahal, menurutnya, H-2 Lebaran biasanya menjadi puncak penjualan, dengan pembeli berdatangan memborong pempek sebagai oleh-oleh. "Tetap ada pembeli, kebanyakan untuk dibawa ke daerah sekitar Palembang, seperti Muara Enim, Lubuk Linggau, dan Pagar Alam. Ada juga yang ke Pulau Jawa, tapi jumlahnya sedikit," tambahnya.

Senada dengan Toni, Bila, penjual kerupuk kemplang, juga merasakan penurunan penjualan. Ia mengaku bingung dengan penyebabnya. "Biasanya, H-2 Lebaran sudah macet di sini karena banyak yang beli oleh-oleh. Tapi sekarang jalanan masih lancar," tuturnya.
Nadia, seorang mahasiswi yang ditemui di lokasi, mengaku memang sering membeli pempek sebagai oleh-oleh di 26 Ilir. Ia baru mudik H-2 Lebaran karena masih terikat tugas kampus. "Iya, sering beli pempek untuk dibawa ke Lubuklinggau. Karena ada tugas kuliah, jadi mudiknya mepet Lebaran," jelasnya.
Penurunan penjualan ini menjadi catatan menarik menjelang Lebaran di Palembang, khususnya bagi para pedagang oleh-oleh khas daerah tersebut. Faktor penyebabnya masih perlu ditelusuri lebih lanjut.



