Bengkulu – Pertamina memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Bengkulu aman meski terkendala pendangkalan di Pelabuhan Pulau Baai. Untuk mengantisipasi kekurangan dan mencegah panic buying, Pertamina Patra Niaga Sumbagsel telah menambah 13 armada pengangkut BBM, sehingga total 64 truk tangki kini beroperasi nonstop melayani kebutuhan BBM di wilayah tersebut.
Area Manager Communication Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan, menjelaskan bahwa penambahan armada ini dilakukan sebagai respons atas status darurat level satu yang diberlakukan sejak 28 Maret 2025 lalu. Status darurat tersebut dipicu kegagalan kapal pengangkut BBM merapat di pelabuhan. Akibatnya, distribusi BBM sepenuhnya beralih ke jalur darat.

"Kami imbau masyarakat agar tidak panic buying. Stok BBM terus dikirim dan kami telah menambah armada. Saat ini, 64 truk tangki bekerja keras 24 jam untuk memenuhi kebutuhan Bengkulu," tegas Nikho.
Pasokan BBM ke Bengkulu kini disuplai dari tiga wilayah, yaitu Teluk Kabung (Sumatera Barat) dengan waktu tempuh 26 jam, Lubuklinggau (12 jam), dan Panjang (untuk Bengkulu Selatan, 18 jam). Nikho memastikan pasokan BBM bahkan melebihi kebutuhan normal harian. Untuk Pertalite, misalnya, kebutuhan normal 650 kiloliter per hari, kini ditingkatkan menjadi 714 kiloliter per hari. Sementara Pertamax, dari 120 kiloliter per hari menjadi 200 kiloliter per hari.
"Stok BBM kita mencukupi secara nasional dan regional. Kami berharap kondisi pelabuhan segera membaik agar distribusi melalui jalur laut dapat kembali normal," tutup Nikho seraya meminta masyarakat untuk mengisi BBM sesuai kebutuhan.



