OpenAI Suntik Dana Riset Etika AI

OpenAI, pengembang ChatGPT, telah menggelontorkan dana sebesar US$ 1 juta atau sekitar Rp 16 miliar (kurs Rp 16.000 per US$) untuk mendanai penelitian etika kecerdasan

Agus sujarwo

OpenAI Suntik Dana Riset Etika AI

OpenAI, pengembang ChatGPT, telah menggelontorkan dana sebesar US$ 1 juta atau sekitar Rp 16 miliar (kurs Rp 16.000 per US$) untuk mendanai penelitian etika kecerdasan buatan (AI) di Universitas Duke. Informasi ini terungkap dalam laporan pengajuan pajak ke IRS (Internal Revenue Service) Amerika Serikat.

Hibah tersebut diberikan kepada tim peneliti Universitas Duke untuk proyek yang bertajuk "Moralitas Penelitian AI", dan akan berlangsung hingga tahun 2025. Proyek ini bertujuan untuk mengembangkan algoritma AI yang mampu memprediksi penilaian moral manusia dalam situasi konflik, khususnya di bidang-bidang seperti kedokteran, hukum, dan bisnis.

OpenAI Suntik Dana Riset Etika AI
Gambar Istimewa : cdn1.katadata.co.id

Meskipun Kepala Peneliti, Walter Sinnott-Armstrong, enggan berkomentar lebih lanjut mengenai detail proyek, ia dan rekannya, Jana Borg, telah menghasilkan sejumlah studi dan buku yang membahas potensi AI sebagai alat pengukur moral.

Penelitian ini menarik karena sebelumnya, pada tahun 2021, Allen Institute for AI telah mengembangkan Ask Delphi, sebuah platform dengan fungsi serupa yang mencoba menilai dilema moral dasar. Namun, keterbatasan Ask Delphi, yang berbasis machine learning, menunjukkan bahwa prediksi moral AI masih rentan terhadap bias data dan formulasi pertanyaan. Proyek Universitas Duke diharapkan dapat mengatasi tantangan ini dan menghasilkan model AI yang lebih handal dalam menilai aspek moral.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar

ads cianews.co.id banner 1