Nasib Utang Kereta Cepat Akhirnya Terungkap

lahatsatu.com – Proses pengalihan beban utang proyek strategis nasional Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) ke dalam pembukuan negara akhirnya menemui titik terang. CEO Badan Pengelola

Agus sujarwo

Nasib Utang Kereta Cepat Akhirnya Terungkap

lahatsatu.com – Proses pengalihan beban utang proyek strategis nasional Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) ke dalam pembukuan negara akhirnya menemui titik terang. CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Roeslani, memberikan pernyataan terbaru mengenai status terkini dari skema pembiayaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau yang populer dengan sebutan Whoosh tersebut.

Saat ditemui di kawasan Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rosan menegaskan bahwa proses transisi utang tersebut saat ini sedang dalam tahap pengerjaan intensif. "Sudah berjalan, sedang berjalan, sedang berjalan, berjalan," ucap Rosan singkat namun tegas saat memberikan keterangan kepada awak media pada Selasa (5/10/2026).

Nasib Utang Kereta Cepat Akhirnya Terungkap
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Pernyataan ini muncul di tengah spekulasi publik mengenai kelanjutan skema pengalihan utang tersebut. Banyak pihak sempat mempertanyakan apakah proses ini akan mengalami hambatan menyusul adanya pergantian kepemimpinan di kursi Menteri Keuangan, dari Purbaya Yudhi Sadewa ke Suahasil Nazara. Namun, Rosan memastikan bahwa transisi kepemimpinan di kementerian tersebut tidak akan mengganggu agenda besar pemerintah.

Rosan menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan Suahasil Nazara segera setelah pelantikan dilakukan. Ia menjamin bahwa seluruh program kerja yang sedang berjalan, termasuk urusan terkait KCIC, tidak akan mengalami kendala berarti. "Kita sudah berjanji untuk bertemu minggu ini, entah hari Kamis atau Jumat, guna menindaklanjuti beberapa hal penting. Koordinasi ini melibatkan Danantara dan Kementerian Investasi, dan beliau (Menteri Keuangan) bergerak sangat cepat," tambah Rosan.

Secara teknis, pengalihan utang KCIC ke pemerintah akan dilakukan melalui skema pengambilalihan seluruh saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI). Perlu diketahui, PSBI merupakan konsorsium yang memegang kendali atas saham pihak Indonesia dalam proyek ini. Saat ini, komposisi kepemilikan saham di dalam PSBI terdiri dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebesar 58,53%, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk sebesar 33,36%, PT Jasa Marga (Persero) Tbk sebesar 7,08%, dan PT Perkebunan Nusantara I sebesar 1,03%. Sementara itu, 40% saham lainnya masih dipegang oleh konsorsium perusahaan asal China sebagai pemodal utama.

Senada dengan Rosan, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Evita Manthovani, juga memberikan konfirmasi terkait perkembangan ini. Dalam konferensi pers APBN KITA, Evita menyebutkan bahwa proses pengalihan saham PSBI ke pemerintah melalui Kementerian Keuangan saat ini sudah memasuki tahap finalisasi.

"Skema pengalihan telah ditetapkan dan telah dibahas secara sangat detail. Saat ini kami masih dalam tahap penyelesaian akhir," ujar Evita. Dengan adanya kepastian ini, diharapkan beban finansial proyek kereta cepat dapat lebih terintegrasi dalam struktur keuangan negara secara lebih stabil dan transparan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar