Keberadaan sejumlah warung makan Indonesia, khususnya pecel lele, di Kamboja, khususnya di Bavet dan Preah Sihanouk, menjadi sorotan warganet. Foto dan tangkapan layar yang beredar di media sosial, menampilkan nama-nama warung seperti Pecel Lele Srikandi, Arena Angkringan, Gultik Blok M, Kedai Yeci, Kedai Ayam Oneng, Inafood, IndoFood, dan Café Indonesia, memicu spekulasi.
Unggahan di X (sebelumnya Twitter) oleh akun @_n0t4lfiaccount dan @howtodresvvell mendapat ribuan like dan komentar, menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap fenomena ini. Salah satu unggahan bahkan menampilkan foto-foto warung Indonesia yang mudah ditemukan di Kamboja.

Banyak warganet mengaitkan menjamurnya warung-warung tersebut dengan aktivitas judi online yang melibatkan Warga Negara Indonesia (WNI) di Kamboja. Kecurigaan ini diperkuat dengan komentar-komentar yang menyertakan tautan video investigasi Harian Kompas tentang keterlibatan WNI dalam bisnis judi online di negara tersebut. Salah satu komentar menyorot investigasi Kompas sebagai yang pertama mengungkap praktik judi online di Kamboja.
Lahatsatu telah melakukan penelusuran di Google Maps dan menemukan beberapa kedai yang disebutkan. Kedai Yeci, misalnya, memiliki rating 4,7 dan menyajikan menu khas Indonesia seperti tempe dan ayam goreng. Keberadaan kedai-kedai tersebut di lokasi yang berdekatan semakin memperkuat dugaan adanya komunitas WNI di Kamboja.
Konfirmasi kepada juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) terkait hal ini masih belum membuahkan hasil. Namun, perlu dicatat bahwa Kemenlu pernah menggelar pameran kuliner dan wisata Indonesia di Kamboja pada Mei 2023. Apakah hal ini terkait dengan menjamurnya warung-warung tersebut? Pertanyaan ini masih membutuhkan penyelidikan lebih lanjut. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar tentang hubungan antara keberadaan warung-warung Indonesia dan aktivitas WNI di Kamboja.




