lahatsatu.com – Dunia pasar modal tanah air tengah dihebohkan dengan langkah tegas Bursa Efek Indonesia (BEI) yang memutuskan untuk menghentikan sementara perdagangan saham PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD). Keputusan suspensi ini memicu berbagai spekulasi di kalangan investor, mengingat pergerakan harga saham emiten perbankan tersebut yang sempat menunjukkan tren kenaikan yang sangat agresif dalam waktu singkat.
Menanggapi situasi yang tengah memanas tersebut, manajemen PT Bank of India Indonesia Tbk akhirnya memberikan klarifikasi resmi. Pihak perusahaan menegaskan bahwa mereka tidak tinggal diam dan sedang berupaya keras untuk melakukan koordinasi intensif dengan pihak bursa agar perdagangan saham BSWD dapat segera kembali normal.

Direktur Operasional BSWD, Carolina Dina Rusdiana, mengungkapkan bahwa komunikasi dengan BEI dilakukan secara rutin dan hampir setiap hari. Fokus utama perusahaan saat ini adalah memenuhi seluruh persyaratan dan regulasi yang diminta oleh otoritas bursa guna mencabut status suspensi tersebut.
"Kami hingga saat ini terus menjalin komunikasi yang sangat aktif dengan pihak IDX (Bursa Efek Indonesia). Kami secara konsisten meminta arahan dan berkoordinasi hampir setiap hari mengenai langkah-langkah strategis apa yang harus kami tempuh agar suspensi ini dapat segera dilepas," ujar Carolina dalam sesi Public Expose yang digelar secara virtual pada Kamis (8/10/2026).
Lebih lanjut, Carolina menjelaskan bahwa saat ini tim manajemen sedang dalam proses finalisasi untuk melengkapi sejumlah dokumen dan menjawab berbagai pertanyaan teknis yang diajukan oleh pihak bursa. Ia menyatakan optimisme bahwa seluruh kendala administratif ini dapat segera tuntas.
"Saat ini kami sedang dalam proses memenuhi beberapa persyaratan dari pihak IDX. Kami berharap seluruh proses ini bisa rampung hari ini juga. Sebenarnya, semua jawaban dan data yang dibutuhkan sudah tersedia, kami hanya tinggal menyelesaikannya secara administratif," tambahnya.
Pihak manajemen juga meyakini bahwa penjelasan yang diberikan perusahaan akan dapat diterima dengan baik oleh BEI. Meski demikian, mereka tetap bersikap realistis bahwa keputusan akhir mengenai pembukaan kembali perdagangan sepenuhnya berada di tangan otoritas bursa melalui mekanisme koordinasi yang berlaku.
Sebagai informasi tambahan, langkah suspensi yang dilakukan BEI terhadap saham BSWD telah berlaku sejak sesi pra-pembukaan pada Senin (5/10). Penghentian ini mencakup perdagangan di Pasar Reguler maupun Pasar Tunai. Berdasarkan pengumuman resmi bursa, tindakan ini diambil sebagai langkah proteksi bagi investor menyusul adanya lonjakan harga saham BSWD yang dianggap tidak wajar atau terlalu signifikan.
Data menunjukkan bahwa sebelum terkena suspensi, saham BSWD sempat menyentuh level Rp 3.600 per lembar. Kenaikan ini tergolong sangat fantastis, di mana harga saham tersebut melonjak 25% hanya dalam waktu satu pekan, melesat 140% dalam satu bulan, dan mencapai angka luar biasa sebesar 165% dalam kurun waktu tiga bulan terakhir. Kondisi volatilitas yang ekstrem inilah yang memicu bursa untuk melakukan intervensi demi menjaga stabilitas pasar dan melindungi kepentingan para pemegang saham.




