Misteri di Balik Serangan Siber Pusat Data Nasional: Mantan Menkominfo Curiga Bandar Judi Online

Jakarta – Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Budi Arie Setiadi, mencurigai pelaku peretasan Pusat Data Nasional Sementara 2 di Surabaya, Juni lalu, adalah sindikat

Agus sujarwo

Misteri di Balik Serangan Siber Pusat Data Nasional: Mantan Menkominfo Curiga Bandar Judi Online

Jakarta – Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Budi Arie Setiadi, mencurigai pelaku peretasan Pusat Data Nasional Sementara 2 di Surabaya, Juni lalu, adalah sindikat judi online. Pernyataan mengejutkan ini disampaikan Budi Arie dalam podcast Deddy Corbuzier, Rabu (20/11). Ia menduga hacker yang memberikan akses gratis untuk membuka sistem tersebut adalah bentuk peringatan.

"Hacker sungguhan atau bukan?!," ujar Budi Arie, yang kini menjabat sebagai Menteri Koperasi. Ia menjelaskan kecurigaannya berasal dari intensitas pemberantasan judi online yang ia lakukan sebelumnya. "Mereka (bandar judi online) melihat pemberantasan judol yang saya lakukan sangat kencang," tambahnya.

Misteri di Balik Serangan Siber Pusat Data Nasional: Mantan Menkominfo Curiga Bandar Judi Online
Gambar Istimewa : cdn1.katadata.co.id

Kelompok peretas yang mengaku bertanggung jawab, Brain Cipher Ransomware, sebuah varian dari LockBit 3.0 (dikaitkan dengan kelompok asal Rusia), awalnya menuntut tebusan US$ 8 juta (sekitar Rp 131 miliar). Ironisnya, mereka kemudian secara mengejutkan memberikan kunci dekripsi secara gratis. Alasan yang mereka berikan adalah dampak gangguan layanan publik yang meluas.

Serangan Brain Cipher Ransomware bukan hanya terjadi di Indonesia. Mereka juga terlibat dalam serangan global, termasuk menyerang Crinetics Pharmaceuticals (dengan tuntutan tebusan US$ 4 juta), Virginia Union University (pencurian data pribadi), dan OE Federal Credit Union (pencurian lebih dari satu terabyte data sensitif).

Kronologi serangan di Surabaya bermula dari gangguan layanan imigrasi pada 20 Juni. Keesokan harinya, Kominfo dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengkonfirmasi gangguan tersebut berasal dari peretasan Pusat Data Nasional Sementara 2. Tiga hari kemudian, diakuinya Brain Cipher Ransomware sebagai pelaku. Pada 2 Juli, mereka mengumumkan pemberian kunci dekripsi gratis, dan sehari kemudian kunci tersebut diberikan melalui dark web. Brain Cipher mengancam akan menyebarkan data jika pemerintah tidak mengakui bantuan mereka. Logo Kominfo tertera di situs yang menyediakan kunci tersebut.

Akibat insiden ini, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, mengundurkan diri pada 4 Juli, menganggap peristiwa tersebut sebagai tanggung jawab moralnya. Setelah kunci dekripsi diberikan, layanan publik yang terganggu mulai pulih. Namun, misteri di balik aksi Brain Cipher Ransomware dan motivasi di balik pemberian kunci dekripsi gratis masih mengantarkan pertanyaan besar, terutama kecurigaan mantan Menkominfo yang mengarah pada keterlibatan bandar judi online.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar

ads cianews.co.id banner 1