Misi Besar Ekspor Buah Indonesia ke China

lahatsatu.com – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian (Kementan) tengah menggerakkan langkah strategis untuk menembus pasar global yang lebih luas. Salah satu fokus utama saat ini

Agus sujarwo

Misi Besar Ekspor Buah Indonesia ke China

lahatsatu.com – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian (Kementan) tengah menggerakkan langkah strategis untuk menembus pasar global yang lebih luas. Salah satu fokus utama saat ini adalah memperkuat penetrasi produk hortikultura, khususnya buah-buahan tropis, ke pasar China. Ambisi besar ini dijajaki melalui partisipasi aktif dalam ajang internasional AGRINEX 2026 yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.

Upaya ini merupakan bagian dari misi besar pemerintah untuk meningkatkan daya saing komoditas lokal di kancah internasional. Direktur Hilirisasi Hortikultura, Freddy Lumban Gaol, mengungkapkan bahwa buah-buahan tropis Indonesia memiliki potensi yang sangat masif untuk diminati oleh konsumen global. Menurutnya, kunci utama untuk memenangkan pasar internasional adalah melalui penguatan sektor hilirisasi serta peningkatan kualitas produk agar sesuai dengan standar global.

Misi Besar Ekspor Buah Indonesia ke China
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Kami sangat optimistis bahwa buah-buahan Indonesia mampu meningkatkan daya saingnya. Dengan penguatan hilirisasi dan pemenuhan standar pasar internasional, kita tidak hanya sekadar menjual produk, tetapi juga memberikan nilai tambah yang signifikan bagi para petani dan pelaku usaha hortikultura di tanah air," ujar Freddy dalam keterangannya.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga melakukan diskusi mendalam dengan para pelaku usaha, salah satunya adalah Ella, seorang eksportir buah-buahan segar yang sudah berpengalaman mengirimkan produk ke China. Dalam diskusi tersebut, terungkap bahwa buah Indonesia memiliki keunggulan kompetitif dari sisi cita rasa dan tampilan visual yang menarik. Namun, Ella menekankan bahwa untuk menembus pasar China, kualitas rasa saja tidak cukup.

Para eksportir harus mampu memenuhi regulasi ketat yang ditetapkan oleh General Administration of Customs of the People’s Republic of China (GACC). Hal ini mencakup prosedur registrasi yang rumit serta persyaratan karantina yang sangat ketat guna memastikan keamanan pangan.

Menanggapi tantangan tersebut, Freddy menjelaskan bahwa salah satu kendala utama yang sering dihadapi eksportir adalah masalah konsolidasi pasokan. Pemerintah menyadari perlunya sinkronisasi antara volume produksi di berbagai wilayah dengan kebutuhan pasar yang besar. Oleh karena itu, Direktorat Jenderal Hortikultura berkomitmen untuk terus berkoordinasi mengenai standar mutu agar kesiapan produksi petani sejalan dengan permintaan pasar.

Sebagai langkah nyata, pemerintah mengandalkan program Horticulture Development in Dryland Areas Sector Project (HDDAP). Program ini berfokus pada pengembangan 14 komoditas unggulan, seperti mangga, salak, manggis, hingga durian, yang tersebar di 13 kabupaten. Melalui program ini, petani didorong untuk menerapkan praktik pertanian yang baik (Good Agricultural Practices), memperbaiki penanganan pascapanen, serta memperkuat kelembagaan ekonomi agar mampu memproduksi komoditas secara berkelanjutan.

Melalui sinergi antara pemerintah, petani, dan eksportir, diharapkan rantai pasok hortikultura dari hulu hingga hilir semakin kuat. Dengan dukungan produksi yang konsisten dan kualitas yang terjaga, buah-buahan Indonesia diharapkan tidak hanya sekadar singgah di pasar internasional, tetapi mampu menjadi pemain utama yang memberikan kesejahteraan nyata bagi petani lokal.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar