Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Meutya Hafid tak kuasa menahan air mata saat menyampaikan permintaan maaf atas keterlibatan pegawai kementeriannya dalam kasus judi online. "Saya juga minta maaf Ibu/Bapak, karena pegawai kami ada yang terlibat (judi online). Sedihnya luar biasa, karena saya seperti ibunya dari kantor itu," ujar Meutya dengan suara bergetar saat kunjungan kerja ke RPTRA Intiland Teduh Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (12/11).
Permintaan maaf tersebut disampaikan Meutya setelah ia mengungkapkan bahwa Cilincing merupakan salah satu kecamatan dengan tingkat judi online tertinggi di Jakarta. Ia pun meminta bantuan para ibu yang hadir di RPTRA untuk membantu mengurangi maraknya judi online di lingkungan keluarga. "Alat secanggih apapun dan pengawasan saja tidak akan cukup. Kami tidak bisa menjangkau rumah tangga," ungkapnya.

Sebelumnya, Kepolisian menetapkan 18 tersangka dalam kasus judi online yang melibatkan Kominfo. Dari jumlah tersebut, 10 di antaranya merupakan pegawai kementerian. Para pegawai ini diduga melindungi 1.000 situs website judi online dari upaya pemblokiran dengan imbalan Rp 8,5 juta per situs.
Polda Metro Jaya telah menyita hampir Rp 80 miliar dari kasus judi online yang melibatkan Kominfo. Sebanyak Rp 73,7 miliar disita dari penyelidikan pada 1 November, terdiri dari Rp 35,7 miliar, S$ 2,9 juta atau Rp 35 miliar, dan US$ 183.500 atau Rp 2,8 miliar. Selain uang tunai, penyidik juga menyita berbagai barang bukti lain seperti 34 telepon seluler, 23 laptop, 20 lukisan, 16 mobil, 16 monitor, 11 jam tangan mewah, empat tablet, empat bangunan, dua senjata api, satu motor, dan 215,5 gram logam mulia.
"Penyidik telah mengajukan pemblokiran terhadap 47 rekening milik para tersangka dan sedang menginventarisasi rekening website judi online dan selanjutnya dilakukan pemblokiran," kata Ade Ary, Kamis malam (7/11).
Pada 10 November, Kepolisian menangkap dua tersangka baru, MN dan DM, dan menyita barang bukti berupa uang tunai Rp 300 juta dan di rekening Rp 2,8 miliar.




