Menkeu Pangkas Anggaran Baru, Minta Menteri Setop Ajukan Tambahan

Jakarta – Pemerintah mengambil langkah efisiensi anggaran Kementerian dan Lembaga (K/L) di tengah gejolak ekonomi global. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, kebijakan ini diambil

Agus sujarwo

Menkeu Pangkas Anggaran Baru, Minta Menteri Setop Ajukan Tambahan

Jakarta – Pemerintah mengambil langkah efisiensi anggaran Kementerian dan Lembaga (K/L) di tengah gejolak ekonomi global. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tanpa menaikkan defisit di atas 3%.

"Pada dasarnya kita akan memotong anggaran, saya akan batasi anggaran-anggaran yang baru, jangan diajukan lagi. Menterinya mengajukan terus, itu kita batasi, kita potong kalau yang itu. Yang lain kita akan sesuaikan, tapi tidak akan sampai mempengaruhi ekonomi," jelas Purbaya usai salat Idul Fitri di Masjid Salahuddin, Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Sabtu (21/3/2026).

Menkeu Pangkas Anggaran Baru, Minta Menteri Setop Ajukan Tambahan
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Purbaya memastikan efisiensi ini tidak akan berdampak negatif pada perekonomian. Saat ini, Kemenkeu tengah menghitung persentase pemotongan anggaran yang akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing K/L.

Semula, Purbaya mengusulkan agar setiap K/L memangkas sendiri anggaran sebesar 10%. Namun, ia mengubah strategi dan memutuskan untuk melakukan pemotongan secara terpusat, kemudian K/L akan menyesuaikan dengan anggaran yang telah dipangkas.

"Kita lagi hitung, semua kementerian. Tadinya kita usulkan mereka mengajukan (efisiensi) 10%. Tapi kalau saya tawarkan ke mereka, mereka bukan motong, malah nambah terus. Ya sudah, saya bilang saya yang potong, nanti mereka sesuaikan. Tapi persennya lagi kita diskusikan," terang Purbaya.

Selain pemangkasan, Purbaya juga menekankan pentingnya memastikan belanja pemerintah yang esensial dibelanjakan tepat waktu. Kemenkeu akan terus memantau likuiditas dalam sistem perekonomian untuk menjaga stabilitas.

Efisiensi anggaran akan menyasar program-program yang kurang berdampak signifikan atau memiliki akselerasi lambat terhadap pertumbuhan ekonomi. Kebijakan ini mencakup berbagai aspek belanja operasional, termasuk kegiatan internal yang tidak mendesak.

"Macam-macam. Rapat nggak jelas, atau kebijakan yang dampaknya lambat atau tidak banyak ke pertumbuhan ekonomi, kita bisa tunda," pungkasnya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar