Bantul, Lahatsatu.com – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memberikan apresiasi kepada Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Rewulu di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, atas penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengisian gas elpiji 3 kg sesuai ketentuan Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT). Hal ini disampaikan saat kunjungan kerja Mendag ke SPBE Rewulu, Jumat (20/6/2025).
Menurut Mendag, kepatuhan terhadap SOP ini penting untuk menjamin ketepatan isi tabung gas elpiji 3 kg dan memberikan perlindungan kepada konsumen. "Kami mengapresiasi PT Pertamina Niaga, khususnya SPBE Rewulu, yang telah menerapkan SOP pengisian gas elpiji sesuai ketentuan sehingga masyarakat merasa aman," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (21/6/2025).

Mendag Budi menekankan bahwa seluruh proses pengisian elpiji di SPBE Rewulu telah dilakukan sesuai prosedur, mulai dari pengisian hingga pengecekan potensi kebocoran. Peninjauan ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan antara Kementerian Perdagangan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, dan PT Pertamina Patra Niaga pada tahun 2024 untuk memperbaiki SOP pengisian elpiji 3 kg.
Plt. Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menegaskan bahwa penerapan BDKT adalah komitmen perusahaan dalam menjamin akurasi takaran LPG yang didistribusikan kepada masyarakat.
Gapoktan Sidomulyo Juga Mendapat Pujian
Selain SPBE Rewulu, Mendag Budi juga mengunjungi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sidomulyo dan mengapresiasi mereka atas kepatuhan dalam proses pengemasan beras sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kami apresiasi Gapoktan Sidomulyo karena telah sesuai dengan ketentuan dan memenuhi unsur perlindungan konsumen," kata Mendag Budi.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari monitoring pengenaan sanksi administratif yang diberikan Kemendag kepada Gapoktan Sidomulyo pada April 2025 lalu. Sanksi tersebut diberikan karena ditemukan ketidaksesuaian antara kuantitas beras dan label pada kemasannya.
Ketua Gapoktan Sidomulyo, Ridersius Bangun, menyampaikan apresiasinya atas dukungan Kemendag yang telah memberikan pelatihan dan pendampingan teknis sehingga mereka dapat memenuhi standar pengemasan beras yang berlaku.
Mendag Budi mengajak masyarakat untuk tidak ragu membeli beras produksi Gapoktan Sidomulyo karena telah memenuhi ketentuan takaran dan mutu yang berlaku. Pemerintah akan terus melakukan pemantauan agar konsumen mendapatkan produk yang sesuai standar.




