Palembang – Menyambut libur Lebaran 2025, LRT Sumsel menambah frekuensi perjalanan sebanyak 8 kali dalam sehari. Penambahan ini, menurut Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, dilakukan untuk memenuhi lonjakan penumpang yang diperkirakan terjadi selama periode libur Idul Fitri 1446 H.
"Penambahan perjalanan berlaku pada 1, 2, 3, dan 4 April 2025," ungkap Aida dalam keterangan tertulisnya. Ia menambahkan bahwa LRT Sumsel menjadi pilihan transportasi favorit selama Lebaran, khususnya bagi pemudik yang mengunjungi Palembang. Keunggulan LRT, seperti rute yang melewati ikon kota, pusat perbelanjaan, dan fasilitas publik yang nyaman, ditambah tarif terjangkau, menjadi daya tarik tersendiri.

Dengan penambahan ini, total perjalanan LRT Sumsel akan mencapai 102 perjalanan per hari, meningkat dari 94 perjalanan sebelumnya. Penambahan tersebut akan dilayani oleh satu kereta tambahan, beroperasi mulai pukul 10.35 WIB hingga 17.53 WIB. Jam operasional LRT tetap dari pukul 05.06 WIB hingga 20.43 WIB.
KAI Divre III Palembang dan Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumsel (BPKARSS) juga telah mempersiapkan sejumlah langkah antisipasi. Ramp check atau inspeksi kelengkapan Standar Pelayanan Minimum (SPM) telah dilakukan pada sarana dan prasarana perkeretaapian serta stasiun. Pemeriksaan fasilitas operasional kereta api pra-Lebaran juga telah dilaksanakan untuk mencegah gangguan. Terakhir, posko terpadu disiapkan untuk memastikan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan perjalanan selama Lebaran.
"KAI Divre III Palembang dan BPKARSS berkomitmen meningkatkan pelayanan, khususnya selama Lebaran, agar LRT Sumsel menjadi pilihan transportasi yang nyaman bagi wisatawan di Palembang," tegas Aida.
Data Reputasi ID mencatat lonjakan penumpang LRT Sumsel selama periode 21-27 Maret 2025 mencapai 84.707 orang, meningkat 5% atau 4.238 penumpang dibandingkan periode yang sama tahun 2024 (80.469 penumpang). Rata-rata penumpang harian mencapai 12.101 orang, dengan Stasiun Ampera (21.086 penumpang), Stasiun Asrama Haji (18.262 penumpang), dan Stasiun DJKA (9.481 penumpang) sebagai stasiun dengan jumlah penumpang tertinggi.



