Platform e-commerce seperti Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, Lazada, Blibli, dan Bukalapak diprediksi akan mencatatkan transaksi mencapai Rp 1.027 triliun pada tahun ini. Angka ini setara dengan US$ 65 miliar dengan asumsi kurs Rp 15.805 per US$. Lonjakan ini didorong oleh semakin populernya fitur live streaming dan video pendek di platform e-commerce.
Berdasarkan laporan Google, Temasek, dan Bain berjudul "e-Conomy SEA 2024", kontribusi fitur live streaming dan video pendek di e-commerce meningkat drastis dari 5% pada 2022 menjadi 20% pada tahun ini.

"Video commerce dan live shopping harus menjadi strategi penting semua bisnis e-commerce," tegas Veronica Utami, Country Director Google Indonesia, dalam konferensi pers di kantornya, Rabu (13/11). Ia menambahkan, konten yang dibuat oleh kreator menjadi faktor penting dalam keputusan konsumen untuk berbelanja.
Data menunjukkan bahwa sekitar 44% pembeli online menggunakan video sebagai penentu keputusan mereka. Hal ini semakin menguatkan pentingnya penggunaan fitur live streaming dan video untuk mendorong penjualan bagi para pedagang online.
E-commerce sendiri merupakan sektor dengan kontribusi terbesar terhadap ekonomi digital di Indonesia, yang diperkirakan mencapai US$ 90 miliar atau Rp 1.424 triliun. Nilai transaksi e-commerce tahun ini diprediksi naik 11% dibandingkan tahun lalu, sebuah peningkatan yang signifikan mengingat kenaikan selama 2022-2023 hanya di kisaran 1%.




























