Literasi Keuangan: Kunci Pertahankan Kebahagiaan Masyarakat Maluku

Ambon, Lahatsatu.com – Sebuah upaya serius tengah digalakkan untuk meningkatkan literasi keuangan di kalangan masyarakat Maluku. Langkah ini dipandang krusial untuk menjaga dan bahkan menyempurnakan

Agus sujarwo

Literasi Keuangan: Kunci Pertahankan Kebahagiaan Masyarakat Maluku

Ambon, Lahatsatu.com – Sebuah upaya serius tengah digalakkan untuk meningkatkan literasi keuangan di kalangan masyarakat Maluku. Langkah ini dipandang krusial untuk menjaga dan bahkan menyempurnakan kebahagiaan warga di masa depan, mengingat masih rendahnya pemahaman finansial di sebagian wilayah.

Kisah fiksi tentang Sore, karakter dari web series yang berusaha menyadarkan pasangannya tentang pentingnya perencanaan keuangan, menjadi inspirasi. Tujuannya bukan sekadar menghindari kemiskinan atau kebangkrutan, tetapi juga agar masyarakat dapat menikmati hidup dengan lebih tenang dan bahagia.

Literasi Keuangan: Kunci Pertahankan Kebahagiaan Masyarakat Maluku
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), misalnya, masih banyak warga yang lebih memilih meminjam uang dari rentenir dengan bunga tinggi, dibandingkan memanfaatkan layanan perbankan yang lebih aman dan terpercaya. Kemudahan akses menjadi daya tarik utama rentenir, meskipun risikonya sangat besar.

Bupati SBT, Fachri Husni Alkatiri, berharap masyarakat semakin termotivasi untuk berinteraksi dengan penyedia jasa keuangan yang legal. Hal ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Data dari Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2022 menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan di Maluku masih di bawah rata-rata nasional, yaitu 40,78%. Angka ini menempatkan Maluku di posisi lima terbawah secara nasional.

Peneliti dari Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Muhammad Nidhal, menekankan pentingnya literasi keuangan sebagai fokus pemerintah dalam mengembangkan inklusi keuangan. Akses ke produk keuangan formal harus dibarengi dengan pemahaman yang baik agar tercipta kepercayaan.

Kepala OJK Maluku, Andi Muhammad Yusuf, mengakui bahwa indeks kebahagiaan yang tinggi di Maluku tidak selalu berbanding lurus dengan tingkat literasi keuangan. Kedekatan dengan alam dan budaya menjadi faktor penting dalam kebahagiaan masyarakat.

Namun, Andi tetap mendorong peningkatan literasi keuangan agar kebahagiaan warga Maluku dapat terus terjaga di masa depan. OJK Maluku berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang tujuan finansial, perencanaan anggaran, dan keputusan keuangan.

Berbagai upaya dilakukan, seperti memperbanyak agen laku pandai, skema kredit melawan rentenir, kerja sama dengan pemerintah daerah dan bank daerah untuk memberikan pembiayaan terjangkau, serta pelatihan bagi guru dan perangkat desa sebagai agen literasi keuangan lokal.

OJK juga memperkuat sinergi dengan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dan Women’s World Banking untuk membangun Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di perdesaan.

Peningkatan literasi keuangan diharapkan dapat mengurangi kesalahan dalam penggunaan produk keuangan dan membantu masyarakat mencapai kesejahteraan. Jangan sampai rendahnya literasi keuangan menggerogoti kebahagiaan masyarakat Maluku di masa depan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar

ads cianews.co.id banner 1