Jakarta – Sejak resmi menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, frekuensi kunjungan kerja Prabowo Subianto ke berbagai negara telah menarik perhatian publik dan memicu diskusi hangat. Di tengah kondisi ekonomi global yang fluktuatif dan pelemahan nilai tukar rupiah, sorotan terhadap biaya perjalanan dinas kepala negara menjadi semakin tajam. Salah satu suara yang lantang mengkritisi fenomena ini datang dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, yang menilai bahwa kunjungan-kunjungan tersebut perlu ditinjau ulang efektivitas dan efisiensinya.
Dino Patti Djalal, seorang diplomat senior yang memiliki pengalaman luas di kancah internasional, mengungkapkan keprihat





