KRL Bekas Jepang Segera Masuk Indonesia

lahatsatu.com – Kabar baik bagi para pengguna setia transportasi publik di wilayah Jabodetabek. PT KAI Commuter tengah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat armada transportasi massal

Agus sujarwo

KRL Bekas Jepang Segera Masuk Indonesia

lahatsatu.com – Kabar baik bagi para pengguna setia transportasi publik di wilayah Jabodetabek. PT KAI Commuter tengah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat armada transportasi massal dengan merencanakan impor Kereta Rel Listrik (KRL) bekas dari Jepang. Proses pengiriman rangkaian kereta ini ditargetkan mulai terealisasi pada akhir tahun 2026 mendatang secara bertahap.

Langkah ini diambil sebagai solusi jangka menengah untuk menjamin ketersediaan armada di tengah melonjaknya jumlah penumpang. VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah intens melakukan koordinasi dengan operator kereta api di Jepang. Fokus utamanya adalah memastikan ketersediaan unit rangkaian kereta serta menyesuaikan jadwal kedatangan agar sesuai dengan kebutuhan operasional di Indonesia.

KRL Bekas Jepang Segera Masuk Indonesia
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Selain berurusan dengan pihak Jepang, KAI Commuter juga tengah menjalin komunikasi intensif dengan kementerian terkait. Hal ini dilakukan guna mengurus dispensasi impor Barang Modal Tidak Baru (BMTB) agar proses masuknya armada tersebut tidak menemui kendala regulasi.

Karina menegaskan bahwa meskipun statusnya adalah unit bekas, kualitas KRL yang akan didatangkan tetap menjadi prioritas utama. Unit-unit tersebut merupakan rangkaian yang saat ini masih aktif beroperasi di Jepang dan berada dalam kondisi prima. Selama masa pakainya di Jepang, kereta-kereta tersebut telah dirawat dengan standar operasional yang sangat ketat.

"Kami memastikan rangkaian yang dibeli adalah unit yang masih dioperasikan di Jepang dengan kondisi baik dan perawatan sesuai standar negara asalnya," ujar Karina.

Untuk menjaga performa tetap optimal saat beroperasi di tanah air, KAI Commuter telah menyiapkan strategi pemeliharaan jangka panjang. Perusahaan menjalin kerja sama dengan pabrikan komponen asli di Jepang serta memanfaatkan seluruh fasilitas bengkel milik KAI Commuter yang telah memenuhi standar regulasi pemerintah. Seluruh proses perawatan akan ditangani oleh tenaga ahli tersertifikasi yang telah mendapatkan transfer teknologi terkait seri kereta tersebut.

Rencana pengadaan ini juga menjadi langkah antisipasi terhadap masa pensiun armada lama. Diprediksi, akan ada lebih dari 90 rangkaian KRL yang memasuki masa konservasi secara bertahap mulai tahun 2026 hingga 2034. Pengadaan KRL bekas dari Jepang ini diposisikan sebagai "solusi jembatan" atau bridging agar kapasitas angkut tetap terjaga hingga sepuluh tahun ke depan, sembari menunggu kesiapan industri dalam negeri.

Langkah ini juga sejalan dengan komitmen perusahaan untuk tetap mendukung industri manufaktur lokal. KAI Commuter tidak berniat mengimpor kereta baru, melainkan menggunakan unit bekas berkualitas sebagai transisi. Secara paralel, integrasi dengan PT INKA akan terus ditingkatkan guna memperkuat kapabilitas produksi kereta api dalam negeri.

Kebutuhan mendesak akan tambahan armada ini dipicu oleh lonjakan penumpang yang signifikan. Data menunjukkan adanya pertumbuhan pengguna KRL Jabodetabek sebesar 11,3% pada semester pertama tahun 2026 dibandingkan periode sebelumnya. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, KAI mengusulkan tambahan 23 trainset, yang terdiri dari 7 rangkaian formasi 12 kereta dan 16 rangkaian formasi 8 kereta. Hingga saat ini, rincian anggaran dan jadwal pasti pengiriman masih terus dimatangkan melalui koordinasi dengan pihak operator Jepang.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar