Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga BBM di Negara Tetangga

Jakarta – Dampak konflik di Timur Tengah mulai dirasakan oleh negara-negara tetangga Indonesia. Perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran telah memicu gangguan pasokan

Agus sujarwo

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga BBM di Negara Tetangga

Jakarta – Dampak konflik di Timur Tengah mulai dirasakan oleh negara-negara tetangga Indonesia. Perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran telah memicu gangguan pasokan dan lonjakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Thailand dan Singapura.

Di Thailand, harga solar mengalami kenaikan signifikan, mencapai 4-5 baht atau setara dengan Rp 2.000-3.000 per liter dalam beberapa hari terakhir. Kekhawatiran akan gangguan rantai pasok dan kenaikan harga BBM di seluruh negeri semakin meningkat seiring dengan eskalasi konflik yang berkepanjangan.

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga BBM di Negara Tetangga
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Masyarakat tidak akan kekurangan minyak, tetapi ada potensi dampak pada harga," ujar Chaiyong Maneerungsakul, seorang senator untuk Songkhla dan Juru Bicara Komite Senat tentang Militer dan Keamanan Negara, seperti dikutip dari Bangkok Post.

Kenaikan harga BBM mulai terasa di beberapa wilayah Utara dan Selatan Thailand akibat penurunan pengiriman BBM dari depot, sementara permintaan terus meningkat. Adul Payomdong, pemilik sebuah SPBU di provinsi Mae Hong Son, mengungkapkan bahwa pihaknya terpaksa menaikkan harga eceran karena kenaikan biaya grosir.

"Saya berencana untuk menangguhkan penjualan BBM sementara karena kami tidak dapat bersaing dengan harga SPBU besar. Tetapi pelanggan tetap kami bersedia membeli meskipun harganya disesuaikan, jadi saya memutuskan untuk tetap beroperasi," jelasnya.

SPBU milik pribadi tersebut menjual solar seharga 40,50 baht atau Rp 21.181 per liter, gasohol 95 seharga 37,60 baht atau Rp 19.664, dan bensin seharga 46 baht atau Rp 24.058.

Di tengah kenaikan harga BBM, antrean panjang terlihat di sejumlah SPBU karena masyarakat khawatir akan kekurangan pasokan. Meskipun Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, telah memberikan jaminan bahwa Kementerian Energi akan terus memantau situasi, kecemasan tetap berlanjut.

Beberapa SPBU bahkan memasang pengumuman bahwa jenis bahan bakar tertentu, khususnya E85 dan E91 (Gasohol 91), untuk sementara tidak tersedia. Antrean panjang dilaporkan di seluruh distrik perkotaan, dengan banyak pengendara mengisi BBM sebelum berangkat kerja.

Situasi serupa juga terjadi di Chiang Rai, di mana banyak SPBU kehabisan bahan bakar dan tutup lebih awal karena keterbatasan jenis bahan bakar tertentu, sementara yang lain menghentikan penjualan sepenuhnya.

Di seberang perbatasan, di Tachileik, Myanmar, harga BBM juga melonjak tajam. BBM botol yang sebelumnya dijual seharga 100-200 baht untuk 1,5 liter pada siang hari, naik menjadi 250 baht pada malam hari dengan volume yang dikurangi menjadi 700 mililiter.

Pemerintah Myanmar pun membatasi pembelian BBM hanya untuk pengisian langsung ke kendaraan dan melarang pembelian dalam jumlah besar ke dalam drum atau tangki penyimpanan. Jam operasional juga dikurangi dari pukul 6 pagi hingga 10 malam, menjadi tutup lebih awal pukul 6 sore.

Singapura Catat Rekor Harga BBM Tertinggi

Tidak hanya Thailand, Singapura juga mengalami dampak serupa. Harga BBM di SPBU Singapura bahkan melampaui rekor tertinggi sejak invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022.

Caltex menaikkan harga BBM RON 95 sebesar 10 sen menjadi US$ 3,45 atau Rp 58.305 per liter pada 13 Maret 2026, melampaui rekor sebelumnya sebesar US$ 3,42 per liter.

Sementara itu, harga BBM RON 95 di Shell, Esso, dan Sinopec adalah US$ 3,40 atau Rp 57.460 per liter. Harga termurah tercatat di SPC (Singapore Petroleum Company) dengan US$ 3,39 atau Rp 57.291 per liter.

BBM RON 92 dan RON 98 yang disebut premium juga melampaui harga tertinggi sejak tahun 2022. Bahkan, beberapa operator SPBU menaikkan harga BBM lebih dari sekali dalam sehari.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar