lahatsatu.com – Siapa sangka, camilan tradisional yang sangat akrab di lidah masyarakat Indonesia, yakni kerupuk kulit, ternyata mampu menaklukkan pasar internasional. Sebuah rumah produksi asal Jakarta, Cap Tiga Bintang, membuktikan bahwa produk lokal dengan cita rasa otentik memiliki daya saing tinggi di kancah global, bahkan hingga menjangkau negara Inggris dan Arab Saudi.
Perjalanan bisnis ini bukanlah sebuah proses yang instan. Cap Tiga Bintang telah berdiri sejak tahun 1999, menjadikannya salah satu pemain lama yang mampu bertahan selama lebih dari dua dekade di tengah dinamika ekonomi yang fluktuatif. Saat ini, tongkat estafet kepemimpinan telah berpindah ke tangan Siti, generasi kedua yang bertugas melanjutkan warisan bisnis keluarga tersebut. Di bawah pengelolaannya, usaha ini terus berkembang dan menjaga kualitas produk agar tetap diminati pasar domestik maupun mancanegara.

Dalam kesehariannya, rumah produksi ini memiliki kapasitas produksi yang cukup besar. Mereka mampu mengolah sekitar 150 kilogram bahan baku kulit sapi setiap harinya. Untuk mencapai angka tersebut, mereka mengolah setidaknya empat lembar kulit sapi utuh dalam satu hari kerja. Skala produksi ini dilakukan demi memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat, baik dari konsumen di dalam negeri maupun pesanan dari luar negeri.
Proses pembuatan kerupuk kulit ini menuntut ketelitian dan standar kebersihan yang tinggi. Tahap awal dimulai dengan pembersihan kulit sapi secara menyeluruh. Pekerja harus memastikan tidak ada sisa lemak maupun bulu yang masih menempel pada kulit agar hasil akhirnya bersih dan tidak berbau. Setelah bersih, kulit sapi tersebut kemudian dipotong-potong menjadi bagian yang lebih kecil agar memudahkan proses pengolahan selanjutnya.
Salah satu tahapan paling krusial dalam produksi ini adalah proses penjemuran. Potongan kulit sapi yang telah siap harus dijemur di bawah terik matahari langsung. Proses pengeringan ini sangat bergantung pada kondisi cuaca; jika matahari tidak bersinar terik, maka durasi penjemuran akan lebih lama. Kulit sapi harus dijemur hingga warnanya berubah menjadi kecokelatan sebagai tanda bahwa bahan baku telah siap untuk masuk ke tahap penggorengan.
Dari sisi ekonomi, bisnis kerupuk kulit ini menjanjikan keuntungan yang menjanjikan. Produk Cap Tiga Bintang dipasarkan dengan rentang harga yang bervariasi, mulai dari Rp35 ribu hingga Rp140 ribu per kilogramnya. Dengan kualitas yang terjaga dan distribusi yang luas, camilan khas ini tidak hanya menjadi teman makan bagi masyarakat Indonesia, tetapi juga menjadi representasi kuliner nusantara yang berhasil menembus pasar Eropa dan Timur Tengah.




