Kemnaker Genjot Program Prioritas untuk Dongkrak Lapangan Kerja

Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berupaya keras menciptakan lapangan kerja dengan mengoptimalkan program-program prioritas nasional. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap ketidakpastian ekonomi global yang

Agus sujarwo

Kemnaker Genjot Program Prioritas untuk Dongkrak Lapangan Kerja

Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berupaya keras menciptakan lapangan kerja dengan mengoptimalkan program-program prioritas nasional. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap ketidakpastian ekonomi global yang dipicu oleh perang dagang dan konflik geopolitik di Timur Tengah.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyatakan bahwa potensi dalam negeri harus dioptimalkan untuk memitigasi dampak kondisi global. Hal ini disampaikan saat menjadi pembicara utama dalam Seminar Nasional Kajian Tengah Tahun INDEF 2025 di Jakarta.

Kemnaker Genjot Program Prioritas untuk Dongkrak Lapangan Kerja
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Yassierli menekankan pentingnya mengubah cara pandang masyarakat terhadap dunia kerja. Ia menilai bahwa selama ini banyak yang beranggapan pekerjaan ideal hanya ada di kota besar atau perusahaan besar. Padahal, program-program prioritas pemerintah, jika dimaksimalkan, dapat menumbuhkan peluang kerja produktif di tingkat lokal.

Salah satu program prioritas yang menjadi sorotan adalah Koperasi Merah Putih, inisiatif dari Presiden Prabowo Subianto. Yassierli menekankan bahwa koperasi ini harus bertransformasi menjadi entitas bisnis modern yang menggerakkan ekonomi berbasis komunitas, bukan hanya koperasi simpan pinjam konvensional. Pemerintah menargetkan pembentukan 80 ribu koperasi di seluruh Indonesia. Jika setiap koperasi memiliki minimal 25 anggota aktif, maka sektor ini berpotensi menciptakan lebih dari 2 juta lapangan kerja baru.

"Ini bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang sangat dahsyat," tegasnya.

Yassierli juga mendorong lembaga kajian seperti INDEF untuk membentuk tim khusus yang fokus merumuskan konsep koperasi ideal di Indonesia agar sesuai dengan kebutuhan dan tantangan zaman.

Selain koperasi, program Makan Bergizi Gratis juga dinilai strategis dalam membuka lapangan kerja di sektor pangan, logistik, dan pelayanan publik.

"Pemerintah sudah memiliki fokus yang jelas. Tugas kita sekarang adalah mengoptimalkannya agar selaras dengan milestone pertumbuhan ekonomi menuju Indonesia Emas 2045," jelasnya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar

ads cianews.co.id banner 1