Palembang – Menjelang Lebaran 2025, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre III Palembang menambah lima gerbong kereta kelas ekonomi untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. Penambahan tersebut dialokasikan pada tiga kereta api: satu gerbong untuk KA Bukit Serelo, satu gerbong untuk KA Sindang Marga, dan tiga gerbong untuk KA Rajabasa. "Kelima gerbong ini didatangkan langsung dari Pulau Jawa. Ini pertama kalinya di Sumatera Selatan dilakukan penambahan gerbong dalam jumlah ini karena meningkatnya permintaan tiket," jelas Executive Vice President PT KAI Divre III Palembang, Januri, Senin (24/3/2025).
Januri menambahkan, total tempat duduk yang disediakan KAI Divre III Palembang untuk angkutan Lebaran 2025 mencapai 66.088 kursi, meningkat 26,5% dari hari biasa yang hanya menyediakan 52.228 kursi. Menariknya, hingga Minggu (23/3/2025), tiket yang terjual sudah mencapai 67.192 tiket atau 102% dari kapasitas yang tersedia. "Angka tersebut melebihi kapasitas karena adanya penumpang yang membeli tiket parsial, sehingga satu tempat duduk bisa digunakan lebih dari satu penumpang dengan tujuan berbeda," terangnya.

Tanggal favorit keberangkatan, yaitu H-3 dan H-2 Lebaran (28 dan 29 Maret 2025), mencatat tingkat okupansi mencapai 118%. Januri memprediksi angka ini akan terus bertambah seiring berlanjutnya penjualan tiket. "KAI Divre III Palembang berkomitmen meningkatkan pelayanan dan inovasi, dengan tetap mengutamakan keselamatan penumpang untuk mewujudkan mudik yang aman dan nyaman," tegasnya.
Demi keamanan dan kelancaran perjalanan, KAI Divre III Palembang juga meningkatkan pengamanan dan perawatan jalur kereta api. Mereka menambah 39 Petugas Penjaga Jalan Lintas (PJL), 36 Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ), dan 23 Petugas Daerah Pemantauan Khusus (Dapsus) ekstra. Alat Material Untuk Siaga (AMUS) seperti batu balast, bantalan, rel, dan pasir juga disiapkan di 23 titik sepanjang jalur Kertapati-Lubuklinggau. Perawatan jalur dan sistem persinyalan juga dilakukan secara ekstra.
Untuk keamanan dan ketertiban, KAI Divre III Palembang mengerahkan 416 personel gabungan internal dan eksternal, termasuk Polsuska, security, Babin Polsuska, TNI/Polri, PAM Swakarsa, dan personel tambahan lainnya. Mereka akan bertugas di atas kereta, stasiun, dan melakukan patroli di jalur kereta api rawan kejahatan.



