Iran Diduga Blokade Selat Hormuz, Pasar Energi Global Bergejolak

Jakarta – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran diduga menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran krusial bagi perdagangan energi dunia. Langkah ini diambil

Agus sujarwo

Iran Diduga Blokade Selat Hormuz, Pasar Energi Global Bergejolak

Jakarta – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran diduga menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran krusial bagi perdagangan energi dunia. Langkah ini diambil menyusul serangan gabungan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel, memicu kekhawatiran akan terganggunya pasokan minyak dan gas global.

Sejumlah perusahaan pelayaran dan energi besar dilaporkan telah menangguhkan pengiriman minyak mentah, bahan bakar, dan gas alam cair (LNG) melalui selat tersebut. "Kapal-kapal kami untuk sementara waktu akan tertahan," ungkap seorang eksekutif perusahaan perdagangan terkemuka, seperti dikutip dari independent.co.uk, Minggu (1/3/2026).

Iran Diduga Blokade Selat Hormuz, Pasar Energi Global Bergejolak
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Pantauan satelit menunjukkan adanya penumpukan kapal tanker di sekitar pelabuhan-pelabuhan utama seperti Fujairah di Uni Emirat Arab (UEA), mengindikasikan terhentinya lalu lintas maritim melalui Selat Hormuz.

Seorang pejabat dari misi angkatan laut Uni Eropa Aspides mengungkapkan bahwa kapal-kapal di wilayah tersebut menerima pesan melalui radio VHF dari Garda Revolusi Iran yang melarang pelayaran melalui Selat Hormuz.

Merespons situasi ini, Angkatan Laut Inggris menyatakan bahwa perintah Iran tersebut tidak memiliki kekuatan hukum dan menyarankan kapal-kapal untuk tetap berhati-hati saat melintas. Sementara itu, asosiasi pemilik kapal tanker INTERTANKO menginformasikan bahwa Angkatan Laut AS telah mengeluarkan peringatan untuk menghindari wilayah Teluk Persia, Teluk Oman, Laut Arab Utara, dan Selat Hormuz, karena tidak dapat menjamin keamanan pelayaran.

Kementerian pelayaran Yunani juga mengeluarkan imbauan serupa, menyarankan kapal-kapal untuk menghindari perairan tersebut.

Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi pengiriman sekitar 20% minyak mentah global dari negara-negara produsen seperti Arab Saudi, UEA, Irak, Kuwait, dan Iran, serta volume LNG yang signifikan dari Qatar. Penutupan selat ini berpotensi menimbulkan dampak besar terhadap pasar energi global dan memicu lonjakan harga. Lahatsatu akan terus memantau perkembangan situasi ini.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar

ads cianews.co.id banner 1