Investasi Mengalir: Pengusaha Indonesia dan AS Teken Belasan Kesepakatan di Hadapan Prabowo

Washington DC – Dunia usaha Indonesia dan Amerika Serikat (AS) sepakat untuk meningkatkan kerja sama bisnis yang signifikan. Sebanyak 11 nota kesepahaman (MoU) bernilai total

Agus sujarwo

Investasi Mengalir: Pengusaha Indonesia dan AS Teken Belasan Kesepakatan di Hadapan Prabowo

Washington DC – Dunia usaha Indonesia dan Amerika Serikat (AS) sepakat untuk meningkatkan kerja sama bisnis yang signifikan. Sebanyak 11 nota kesepahaman (MoU) bernilai total US$ 38,4 miliar atau sekitar Rp 648,9 triliun berhasil ditandatangani di Washington DC, AS, Rabu (18/2/2026). Penandatanganan ini dilakukan setelah pertemuan bisnis yang difasilitasi oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) dan US Chamber of Commerce (USCC).

Momen penting ini turut disaksikan oleh Presiden Prabowo Subianto, yang kehadirannya semakin memperkuat sinyal positif bagi hubungan ekonomi kedua negara. Kesepakatan-kesepakatan tersebut mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari pengembangan industri mineral kritis hingga peningkatan kerja sama di bidang pertanian.

Investasi Mengalir: Pengusaha Indonesia dan AS Teken Belasan Kesepakatan di Hadapan Prabowo
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menurut keterangan resmi dari Kadin Indonesia, Kamis (19/2/2026), Indonesia-US Business Summit diawali dengan diskusi intensif dalam Exclusive Business Roundtable. Forum ini menjadi wadah untuk membahas penguatan kerja sama ekonomi bilateral melalui kolaborasi erat antara pemerintah dan pelaku usaha di berbagai sektor.

Selain itu, implementasi hasil negosiasi Perjanjian Perdagangan Resiprokal antara Indonesia dan AS juga menjadi fokus utama. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa sektor bisnis dan industri di kedua negara dapat merasakan manfaat dari relaksasi kebijakan yang dirancang untuk memperkuat investasi dan perdagangan.

Berikut adalah daftar lengkap 11 kesepakatan yang berhasil dicapai:

  1. Memorandum of Agreement tentang Critical Mineral: Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani, President & CEO Freeport-McMoRan Kathleen Quirk, dan President Director PT Freeport Indonesia Tony Wenas.
  2. MoU Oilfield Recovery (pengembangan ladang minyak): CEO Pertamina Simon Mantiri dan President Director Haliburton Ankush Balla.
  3. MoU di bidang tata niaga jagung: Managing Director Amcham mewakili Fanny Hosea PT Sorini Agro Asia Corporindo (Cargill Indonesia) Donna Priadi dan Director International Government Relations (China & APAC) at Cargill Elizabeth Struse.
  4. MoU tentang tata niaga kapas: Chief Marketing Officer Busana Apparell Manish Virmani dan Senior Government Relations Director for National Cotton Council Jeff Kuckkuck.
  5. MoU tentang tata niaga kapas: CEO of Daehan Global Boo Hyung Lee dan Senior Government Relations Director for National Cotton Council Jeff Kuckkuck.
  6. MoU tentang produk tekstil Shredded Worn Clothing: CEO PT PAN Brothers Ludijanto Setijo dan CEO Ravel Zahlen Titcomb.
  7. MoU tentang produk furnitur: CEO Vivere Group (ASMINDO) Dedy Rochimat dan Director of Exports Jeremy Roupp.
  8. MoU tentang pengembangan semikonduktor: President Director Ahmad Maaruf Maulana dan President Director Chester Coleman.
  9. MoU tentang pengembangan semikonduktor: Director GBI Kadafi Yahya Muhamad dan President Direktur Yan Purba.
  10. Transnational Free Trade Zone Friendship: Director Tjaw Hioeng dan Presiden Solana Gorup David Fordon.
  11. MoU tentang produk furnitur dan produk kayu: Head of Promotion and Marketing for Americas Rudy Hartono dan American Hardwood Export Council Michael Snow.
Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar

ads cianews.co.id banner 1