Kabar mengejutkan datang dari dunia teknologi. Presiden Prabowo Subianto disebut telah menyetujui investasi Apple senilai US$1 miliar atau sekitar Rp16 triliun di Indonesia. Investasi raksasa ini kabarnya akan digunakan untuk membangun pabrik AirTag di Batam, Kepulauan Riau.
AirTag, perangkat pelacak mungil besutan Apple, memungkinkan pengguna melacak barang-barang pribadi seperti kunci, dompet, atau tas melalui aplikasi Lacak di iPhone atau iPad. Perangkat ini memanfaatkan jaringan Lacak Apple dan teknologi Bluetooth untuk mengirimkan sinyal lokasi ke iCloud. Sistem keamanan pun terintegrasi untuk mencegah pelacakan yang tidak diinginkan. Jika AirTag asing terdeteksi di sekitar pengguna iPhone, peringatan akan muncul secara otomatis.

Menurut sumber Bloomberg, pabrik AirTag di Batam akan menjadi bagian dari strategi Apple untuk meningkatkan produksi secara bertahap. Pabrik ini diperkirakan akan mempekerjakan sekitar 1.000 orang dan menghasilkan 20% dari total produksi AirTag global. Pemilihan Batam bukan tanpa alasan. Kedekatannya dengan Singapura (sekitar 45 menit perjalanan feri) dan statusnya sebagai zona perdagangan bebas, yang membebaskan dari PPN, PPnBM, dan bea masuk, menjadi daya tarik utama.
Sumber tersebut juga menyebutkan bahwa Apple berencana memproduksi aksesori lain di Batam, meskipun detailnya masih dirahasiakan. Selain pabrik, Apple juga akan melanjutkan pengembangan Apple Developer Academy. Saat ini, sudah ada tiga akademi yang telah dibangun dengan total investasi mencapai Rp1,71 triliun. Rencana pembangunan akademi keempat di Indonesia pada tahun 2025 pun telah diumumkan.
Investasi besar Apple ini menunjukkan kepercayaan perusahaan terhadap potensi ekonomi Indonesia dan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional, khususnya di sektor manufaktur dan teknologi.




