Desas-desus penjualan iPhone 16 di Indonesia pada 20 Desember lalu ramai diperbincangkan. Munculnya gambar iPhone 16 di situs reseller resmi Apple, Digimap, sempat memicu spekulasi. Namun, pantauan Lahatsatu menunjukkan keterangan "cek kembali untuk ketersediaan" pada halaman tersebut, dan iPhone 16 tak terdaftar di kolom pencarian. Sekjen Kemenperin, Eko S.A. Cahyanto, pun membantah kabar penjualan tersebut, menegaskan bahwa pemesanan iPhone 16 pada tanggal tersebut hanyalah gosip. Komunikasi dengan Apple terkait peluncuran resmi di Indonesia masih berlangsung.
Kabar lain yang beredar adalah persetujuan investasi Apple senilai US$ 1 miliar (Rp 16 triliun) di Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto. Informasi ini bersumber dari Bloomberg, yang menyebutkan pertemuan antara pemerintah dan Apple membahas hal tersebut. Investasi ini mencakup pembangunan pabrik AirTag di Batam, yang diharapkan mempekerjakan sekitar 1.000 orang dan memproduksi 20% dari total produksi AirTag global. Pemilihan Batam didasarkan pada aksesibilitasnya dari Singapura dan statusnya sebagai zona perdagangan bebas, yang memberikan insentif pajak. Selain AirTag, Apple juga akan memproduksi aksesori lain di Batam, dan melanjutkan pengembangan Apple Developer Academy, yang rencananya akan menambah satu akademi lagi di Bali pada 2025.

Meskipun investasi tersebut belum resmi diumumkan, Kemenperin mencatat adanya 11.000 unit iPhone 16 yang beredar di Indonesia pada November lalu, dengan tambahan 2.000 unit pada periode 25 Oktober hingga 10 November. Kemenperin menyatakan akan menindak tegas penjualan iPhone 16 yang melanggar ketentuan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri), termasuk kemungkinan pemblokiran IMEI. Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, memperingatkan e-commerce untuk tidak menjual iPhone 16 sebelum memenuhi persyaratan TKDN. Kehadiran iPhone 16 di Indonesia masih menunggu sertifikasi TKDN, yang prosesnya masih berlangsung.




























