Deprecated: Fungsi WP_Dependencies->add_data() ditulis dengan argumen yang usang sejak versi 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/beritarakyat/public_html/lahatsatu.com/wp-includes/functions.php on line 6131

Indonesia Pertimbangkan Impor Jet Tempur KAAN dari Turki, Belum Ada Kontrak Final

Jakarta, Lahatsatu.com – Pemerintah Indonesia angkat bicara terkait potensi impor 48 jet tempur KAAN dari Turki. Rencana ini mencuat setelah Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan,

Agus sujarwo

Indonesia Pertimbangkan Impor Jet Tempur KAAN dari Turki, Belum Ada Kontrak Final

Jakarta, Lahatsatu.com – Pemerintah Indonesia angkat bicara terkait potensi impor 48 jet tempur KAAN dari Turki. Rencana ini mencuat setelah Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengumumkan melalui media sosial X mengenai rencana produksi jet tempur KAAN untuk diekspor ke Indonesia.

Indonesia dan Turki sendiri telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait pengembangan jet tempur dalam acara Indo Defence 2024 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/6/2025). Penandatanganan MoU tersebut disaksikan langsung oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Sekretariat Industri Pertahanan Republik Turki Haluk Gorgun.

Indonesia Pertimbangkan Impor Jet Tempur KAAN dari Turki, Belum Ada Kontrak Final
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Jet tempur KAAN merupakan pesawat tempur generasi kelima yang dikembangkan oleh Turkish Aerospace Industries (TAI). Pesawat ini digadang-gadang sebagai jet tempur paling canggih yang diproduksi oleh Turki.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang, menjelaskan bahwa hingga saat ini pemerintah belum menandatangani kontrak resmi dengan pihak Turki terkait pengadaan jet tempur tersebut. Kesepakatan yang ada saat ini masih berupa MoU.

"Kalau kami dari Kemhan, yang ditandatangani kemarin itu kan adalah MoU, belum kontrak," ujar Frega kepada wartawan di sela-sela pameran Indo Defence Expo 2024.

Meskipun demikian, Frega menyatakan bahwa pemerintah akan serius menjajaki peluang kerja sama dengan Turki pasca-MoU. Pemerintah juga akan mempertimbangkan potensi alih teknologi yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas industri pertahanan dalam negeri.

"Kita lihat adalah peluang untuk kerja sama. Karena ketika ada kepercayaan antara dua negara, apalagi yang ditawarkan kan adalah generasi ke-5, di mana ada proses alih teknologi di situ," sebut Frega.

Menanggapi pernyataan Erdogan mengenai 48 jet tempur yang akan dikirim ke Indonesia, Frega menjelaskan bahwa angka tersebut masih sebatas pembicaraan dalam MoU. Jumlah tersebut merupakan asumsi perhitungan untuk membentuk sebuah skuadron armada udara yang mumpuni bagi Indonesia.

"Untuk 48 itu adalah perhitungan ketika kita pengen punya skuadron yang memang ideal dari jumlah pesawatnya," ujar Frega.

Frega menegaskan bahwa pihaknya belum bisa memastikan dan mengumumkan secara resmi apakah benar 48 jet tempur KAAN akan diimpor oleh Indonesia.

"Tapi untuk yang jumlah 48 itu terus terang, selagi belum ada kontrak, Kementerian Pertahanan belum bisa untuk disclose," pungkas Frega.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar

ads cianews.co.id banner 1