Jakarta, Lahatsatu.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengumumkan bahwa Indonesia dan negara-negara anggota Eurasian Economic Union (EAEU) telah mencapai kesepakatan substantif terkait Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Eurasian Economic Union (I-EAEU FTA). Perjanjian ini direncanakan akan ditandatangani secara resmi pada Desember 2025, bertepatan dengan penyelenggaraan EAEU Summit.
"Perjanjian dengan Eurasia sudah selesai konklusinya, sudah selesai materinya. Tinggal nanti penandatanganannya direncanakan pada saat EUEA Summit di bulan Desember, di sini juga (Rusia)," ujar Airlangga saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan resmi ke Rusia, Sabtu (21/6/2025).

Kerja sama perdagangan ini membuka peluang pasar baru bagi produk-produk Indonesia ke negara-negara seperti Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kyrgyzstan, dan Rusia. Langkah ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi pasar ekspor Indonesia ke wilayah non-tradisional.
Kawasan Eurasia dinilai memiliki potensi besar sebagai tujuan ekspor dan sumber investasi strategis, dengan pertumbuhan PDB rata-rata mencapai 4,4%, melampaui rata-rata global. Studi kelayakan bersama menunjukkan bahwa implementasi perjanjian ini akan mendorong ekspor Indonesia secara signifikan, terutama di sektor pertanian dan manufaktur berbasis sumber daya.
Pada kuartal pertama 2025, nilai perdagangan antara Indonesia dan EAEU mencapai US$ 1,57 miliar, meningkat 84,63% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain perdagangan, Indonesia juga membuka peluang investasi bagi negara-negara EAEU di sektor-sektor prioritas seperti industri pengolahan, transportasi, logistik, pertambangan, dan pertanian. Realisasi investasi dari kawasan EAEU ke Indonesia terus menunjukkan tren positif, mencapai US$ 273,7 juta pada tahun 2024.
Melalui perjanjian ini, Indonesia berpotensi menjadi pintu gerbang logistik dan distribusi ke wilayah Asia Tenggara, sementara EAEU dapat menjadi jalur masuk bagi komoditas unggulan Indonesia ke pasar Eropa Timur dan Asia Tengah.




























