lahatsatu.com – Indeks Harga Saham Gabungan IHSG menunjukkan performa mengejutkan pada penutupan sesi pertama perdagangan hari ini Senin 20 Juli. Meskipun berhasil melaju kencang dan ditutup menguat signifikan, pasar justru diwarnai aksi jual bersih yang masif dari investor asing. Fenomena ini sontak menjadi sorotan utama para pelaku pasar.
Merujuk data terkini dari RTI Business IHSG berhasil menanjak 0,86 persen hingga mencapai level 6.228,91. Angka ini jauh melampaui posisi pembukaan pagi tadi yang berada di level 6.197,47. Aktivitas perdagangan mencatat volume fantastis mencapai 20,09 miliar saham dengan total nilai transaksi sebesar Rp 8,27 triliun. Frekuensi perdagangan pun sangat tinggi mencapai 1.399.915 kali.

Tak hanya IHSG indeks papan utama LQ45 juga turut merasakan sentimen positif dengan penguatan 1,30 persen di akhir sesi pertama. Gambaran pasar menunjukkan dominasi saham-saham yang menguat yakni sebanyak 398 emiten sementara 188 saham melemah dan 205 lainnya stagnan.
Namun di balik euforia penguatan indeks data perdagangan dari Stockbit mengungkap dinamika berbeda dari investor global. Meskipun investor asing sempat melakukan pembelian senilai Rp 2,67 triliun dominasi penjualan mereka tak terbendung mencapai Rp 2,98 triliun sepanjang paruh pertama perdagangan hari ini.
Kondisi ini menghasilkan catatan penjualan bersih oleh investor asing net foreign sell yang cukup besar mencapai Rp 302,86 miliar dalam satu sesi. Beberapa emiten raksasa menjadi sasaran utama pelepasan saham oleh investor asing. PT Bank Mandiri Persero Tbk BMRI tercatat paling banyak dilepas dengan nilai Rp 229,11 miliar.
Di posisi kedua ada PT Astra International Tbk ASII yang sahamnya dijual asing senilai Rp 69,86 miliar. Melengkapi daftar tiga teratas PT Bank Central Asia Tbk BBCA juga mengalami aksi jual asing sebesar Rp 53,43 miliar.




