IHSG Melaju Pasca Kabar FTSE Russell

lahatsatu.com – Pasar modal Indonesia menunjukkan geliat positif pada pembukaan perdagangan Rabu pagi (7/10/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau bergerak menguat, merespons kabar terbaru

Agus sujarwo

IHSG Melaju Pasca Kabar FTSE Russell

lahatsatu.com – Pasar modal Indonesia menunjukkan geliat positif pada pembukaan perdagangan Rabu pagi (7/10/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau bergerak menguat, merespons kabar terbaru dari lembaga klasifikasi indeks global, FTSE Russell, terkait status pasar modal tanah air.

Berdasarkan data yang dihimpun dari RTI Business, IHSG mencatatkan kenaikan sebesar 0,25 persen ke level 6.208,66 pada sesi pagi ini. Meski demikian, pergerakan indeks tidak berjalan mulus secara linier. Sejak bel pembukaan berbunyi, IHSG menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi. Indeks sempat dibuka di posisi 6.210,41, namun sempat mengalami tekanan hingga menyentuh level 6.191,25 pada pukul 09.08 WIB. Di sisi lain, optimisme investor sempat membawa indeks menyentuh titik tertinggi harian di level 6.214,76.

IHSG Melaju Pasca Kabar FTSE Russell
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Sentimen utama yang mendorong kepercayaan investor adalah pengumuman resmi dari FTSE Russell melalui FTSE Equity Country Classification – September 2026 Annual Announcement. Dalam laporan tahunan tersebut, FTSE Russell memutuskan untuk mempertahankan status Indonesia sebagai Secondary Emerging Market atau pasar negara berkembang sekunder.

Keputusan ini memberikan angin segar bagi stabilitas pasar modal domestik. Hal yang paling krusial adalah FTSE Russell tidak memasukkan Indonesia ke dalam daftar pantauan (Watch List), yang biasanya menjadi sinyal ketidakpastian bagi para investor asing. Dengan tidak masuknya Indonesia ke dalam daftar negara yang berpotensi mengalami reklasifikasi status, risiko volatilitas akibat perubahan klasifikasi dapat diminimalisir.

"Status Indonesia sebagai pasar negara berkembang sekunder tetap tidak berubah. FTSE Russell tidak memasukkan Indonesia ke dalam Daftar Pantauan dan akan terus memantau perkembangan pasar serta berinteraksi dengan pelaku pasar sebagai bagian dari penilaian berkelanjutan," demikian bunyi pernyataan resmi FTSE Russell yang dikutip pada Rabu pagi.

Meskipun statusnya tetap, FTSE menegaskan akan terus melakukan pengawasan ketat dan menjalin komunikasi intensif dengan para pelaku pasar di Indonesia. Langkah ini dilakukan guna memastikan penilaian yang berkelanjutan terhadap dinamika pasar modal di tanah air.

Hingga pukul 09.08 WIB, aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia terpantau cukup ramai. Volume perdagangan telah menyentuh angka 7,19 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,18 triliun. Frekuensi transaksi yang tercatat sebanyak 148.759 kali menunjukkan antusiasme pelaku pasar dalam merespons berita tersebut.

Secara sektoral, kondisi pasar terlihat cukup variatif. Tercatat sebanyak 282 saham mengalami penguatan harga, sementara 219 saham lainnya bergerak melemah. Selain itu, terdapat 219 saham yang harganya cenderung stagnan atau tidak mengalami perubahan signifikan. Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar Indonesia pada pagi ini tercatat berada di angka Rp 10.946 triliun. Para analis memprediksi bahwa stabilitas status dari FTSE ini akan menjadi fondasi penting bagi aliran modal asing di tengah dinamika ekonomi global.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar