lahatsatu.com – Pasar modal Indonesia menunjukkan performa positif saat memulai aktivitas perdagangan di awal pekan ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau langsung melesat ke zona hijau, memberikan sinyal optimisme bagi para investor di tengah dinamika pasar global yang bervariasi.
Berdasarkan data pantauan pasar pada Senin pagi (5/10/2026), IHSG berhasil menembus level psikologis penting di angka 6.000. Hingga pukul 09.12 WIB, indeks tercatat berada di level 6.057,62. Angka ini menunjukkan adanya penguatan sebesar 0,34 persen atau setara dengan kenaikan 20,74 poin dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Pergerakan indeks sejak pembukaan pasar menunjukkan volatilitas yang cukup dinamis namun cenderung terkendali. IHSG dibuka pada level 6.055,16 dan sempat menyentuh titik tertinggi di level 6.085,45. Meski sempat mengalami fluktuasi, indeks juga sempat menyentuh level terendah di angka 6.050,44 sebelum akhirnya mampu mempertahankan momentum penguatannya.
Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga terlihat cukup bergairah. Hingga memasuki menit-menit awal perdagangan, volume transaksi saham telah mencapai angka 6,97 miliar saham. Nilai transaksi atau turnover tercatat menyentuh angka Rp 1,10 triliun dengan frekuensi transaksi sebanyak 214.947 kali. Hal ini mengindikasikan adanya minat beli yang cukup tinggi dari pelaku pasar untuk memulai pekan ini.
Jika melihat komposisi pergerakan saham, mayoritas emiten terpantau bergerak positif. Tercatat sebanyak 393 saham mengalami kenaikan harga, sementara 179 saham lainnya justru mengalami pelemahan. Sementara itu, terdapat 184 saham yang bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga yang signifikan. Dominasi saham yang menguat ini menjadi motor utama yang mendorong IHSG tetap berada di jalur hijau.
Kondisi positif di bursa domestik ini terlihat kontras jika dibandingkan dengan pergerakan bursa di kawasan Asia lainnya. Di Jepang, Nikkei justru menunjukkan performa yang sangat impresif dengan lonjakan tajam sebesar 2,57 persen. Sementara itu, bursa Shanghai Composite Index di China bergerak moderat dengan penguatan tipis sebesar 0,31 persen.
Di sisi lain, bursa Hong Kong melalui Hang Seng Index justru mengalami tekanan dan terpantau melemah sebesar 0,61 persen. Perbedaan arah pergerakan bursa Asia ini menunjukkan bahwa investor sedang melakukan penyesuaian portofolio berdasarkan sentimen ekonomi masing-masing wilayah.
Para pelaku pasar kini tengah memantau arah pergerakan IHSG selanjutnya, apakah mampu mempertahankan momentum di atas level 6.050 atau justru akan mengalami aksi ambil untung (profit taking) di tengah sesi perdagangan hari ini.




