Harga Minyak Dunia Meroket Lampaui US$ 100 Akibat Konflik Timur Tengah!

Jakarta – Harga minyak mentah dunia mengalami lonjakan signifikan hingga menembus level US$ 100 per barel pada perdagangan hari Minggu. Kenaikan tajam ini dipicu oleh

Agus sujarwo

Harga Minyak Dunia Meroket Lampaui US$ 100 Akibat Konflik Timur Tengah!

Jakarta – Harga minyak mentah dunia mengalami lonjakan signifikan hingga menembus level US$ 100 per barel pada perdagangan hari Minggu. Kenaikan tajam ini dipicu oleh terganggunya lalu lintas pengiriman minyak di Selat Hormuz akibat konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) melonjak 20,75% menjadi US$ 109,75 per barel, mencatatkan kenaikan mingguan tertinggi sejak tahun 1983, yaitu sebesar 35%. Sementara itu, minyak Brent juga mengalami kenaikan sebesar 18,2% menjadi US$ 109,48 per barel. Terakhir kali harga minyak menembus angka US$ 100 adalah pada awal invasi Rusia ke Ukraina tahun 2022.

Harga Minyak Dunia Meroket Lampaui US$ 100 Akibat Konflik Timur Tengah!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Merespons situasi ini, mantan Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kenaikan harga minyak adalah "harga yang harus dibayar" untuk menekan ancaman nuklir Iran.

Kondisi darurat juga melanda beberapa negara anggota OPEC. Produksi minyak di tiga ladang utama Irak selatan anjlok hingga 70%, dari 4,3 juta barel menjadi hanya 1,3 juta barel per hari. Uni Emirat Arab (UEA) juga mulai mengurangi produksi karena keterbatasan kapasitas penyimpanan. Kuwait, sebagai produsen terbesar kelima OPEC, mengambil langkah antisipasi dengan memangkas produksi secara drastis akibat ancaman Iran di jalur laut.

Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital bagi 20% konsumsi minyak dunia, kini menjadi area yang dihindari oleh kapal tanker. Penumpukan stok minyak terjadi karena perusahaan pelayaran enggan melintasi jalur tersebut, memaksa negara-negara Arab di kawasan Teluk untuk memangkas produksi akibat keterbatasan ruang penyimpanan.

Menteri Energi AS, Chris Wright, meyakinkan bahwa situasi ini akan segera pulih setelah AS menetralkan kemampuan Iran untuk mengancam kapal tanker. "Dalam skenario terburuk, ini hanya masalah beberapa minggu, bukan berbulan-bulan," ujar Wright dalam wawancaranya dengan CNN, menekankan bahwa lalu lintas kapal di Selat Hormuz akan segera kembali normal.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar

ads cianews.co.id banner 1