Harga Cabai Melambung Tinggi Akibat Produksi Anjlok

lahatsatu.com – Kenaikan harga komoditas cabai di pasar domestik kini tengah menjadi sorotan tajam. Menteri Perdagangan, Budi Santoso, secara terbuka mengakui bahwa lonjakan harga yang

Agus sujarwo

Harga Cabai Melambung Tinggi Akibat Produksi Anjlok

lahatsatu.com – Kenaikan harga komoditas cabai di pasar domestik kini tengah menjadi sorotan tajam. Menteri Perdagangan, Budi Santoso, secara terbuka mengakui bahwa lonjakan harga yang terjadi di berbagai wilayah saat ini dipicu oleh penurunan volume produksi yang cukup signifikan di tingkat petani. Kondisi ini menyebabkan pasokan di pasar tidak mampu mengimbangi permintaan konsumen yang tetap stabil, sehingga memicu fluktuasi harga yang cukup drastis.

Dalam keterangannya di Jakarta Selatan, Budi menjelaskan bahwa fenomena ini tidak terlepas dari faktor alamiah yang sulit diprediksi. Menurutnya, siklus musim memegang peranan krusial dalam menentukan keberhasilan panen. Saat ini, kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan utama bagi para petani di berbagai daerah. Perubahan cuaca yang ekstrem membuat produktivitas lahan menurun, yang pada akhirnya berdampak langsung pada ketersediaan stok cabai di pasar tradisional maupun modern.

Harga Cabai Melambung Tinggi Akibat Produksi Anjlok
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Faktor produksi dan pengaruh musim menjadi penyebab utama. Pada periode tertentu seperti sekarang, hasil panen memang sedang mengalami penurunan," ungkap Budi saat memberikan keterangan kepada awak media.

Data dari Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) memperkuat kekhawatiran masyarakat. Saat ini, harga cabai rawit merah terpantau telah menembus angka Rp 81.225 per kilogram. Angka ini jauh melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) yang telah ditetapkan oleh pemerintah, yakni sebesar Rp 57.000 per kilogram. Ketimpangan harga yang cukup lebar ini tentu memberikan beban tambahan bagi rumah tangga dan pelaku usaha kuliner.

Kondisi serupa juga terjadi pada komoditas cabai merah keriting. Harga di pasaran kini menyentuh Rp 67.736 per kilogram, padahal batas atas harga acuan yang ditetapkan pemerintah hanya berada di angka Rp 55.000 per kilogram. Lonjakan harga pada kedua jenis cabai ini menjadi sinyal bahwa stabilitas pangan di sektor hortikultura sedang mengalami tekanan.

Menanggapi situasi kritis tersebut, Kementerian Perdagangan menyatakan telah mengambil langkah-langkah strategis. Budi Santoso menegaskan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi intensif dengan berbagai asosiasi petani cabai di seluruh Indonesia. Langkah koordinasi ini bertujuan untuk mencari solusi konkret guna mendorong para petani agar tetap mampu mengoptimalkan produktivitas lahan mereka meskipun di tengah tantangan cuaca yang sulit.

Pemerintah berharap melalui kolaborasi dengan para pelaku usaha tani, pasokan cabai dapat segera kembali normal sehingga harga di tingkat konsumen dapat ditekan kembali mendekati harga acuan. Masyarakat diharapkan tetap tenang, sementara pemerintah terus berupaya menjaga rantai pasok agar tidak terjadi kelangkaan yang lebih parah di masa mendatang.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar