Kuala Lumpur – Kabar kurang menyenangkan datang dari negeri jiran, Malaysia. Harga bahan bakar minyak (BBM) di negara tersebut mengalami kenaikan signifikan selama dua pekan berturut-turut. Langkah ini diambil pemerintah Malaysia sebagai respons terhadap dinamika pasar global yang dipicu oleh konflik yang semakin memanas di Timur Tengah.
Menurut laporan media lokal Malay Mail, penyesuaian harga BBM ini mulai berlaku hari ini dan akan berlangsung hingga 25 Maret 2026. Harga bensin RON97 mengalami lonjakan tajam sebesar 70 sen menjadi 4,55 ringgit Malaysia per liter. Sementara itu, harga solar di Semenanjung Malaysia mencatatkan rekor baru dengan kenaikan 80 sen menjadi 4,72 ringgit Malaysia per liter.

Di tengah kenaikan harga BBM nonsubsidi, Kementerian Keuangan Malaysia (MOF) tetap berkomitmen untuk melindungi masyarakat dengan mempertahankan harga BBM bersubsidi. Harga BBM subsidi ‘BUDI95’ tetap stabil di angka 1,99 ringgit Malaysia per liter.
Untuk bensin RON95 nonsubsidi, harganya juga tidak mengalami perubahan, tetap berada di angka 3,27 ringgit Malaysia per liter pada periode ini. Selain itu, harga solar di wilayah Sabah, Sarawak, dan Labuan tetap stabil pada batas atas regional sebesar 2,15 ringgit Malaysia per liter untuk menjaga stabilitas harga di wilayah tersebut.
Penyesuaian harga ini merupakan kelanjutan dari kenaikan harga BBM pada 12 Maret lalu, yang terjadi seiring dengan meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel-Amerika Serikat (AS). Kementerian Keuangan menyatakan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk menyeimbangkan harga pasar secara bertahap, sekaligus menjaga daya beli masyarakat dan memastikan subsidi tepat sasaran.
Kementerian Keuangan menekankan bahwa penyesuaian berkala ini diperlukan untuk menjamin kesejahteraan jangka panjang rakyat dan stabilitas ekonomi nasional di tengah situasi energi global yang semakin memburuk. Dengan mempertahankan harga BBM subsidi, pemerintah berupaya mencegah lonjakan biaya hidup yang drastis bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah, meskipun pasokan minyak mentah global masih diliputi ketidakpastian.
Pemerintah Malaysia berjanji akan terus memantau pergerakan pasar internasional dengan cermat seiring dengan perkembangan situasi di Timur Tengah. Lahatsatu akan terus memberikan informasi terkini mengenai perkembangan situasi ini.



